Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Surabaya

Ruang Saraf RSAL Dr Ramelan Surabaya Siap Dioperasikan Usai Ambruk April 2018 

RSAL menunggu semacam izin operasional dari Dinas Kelayakan Material TNI AL untuk pengoperasian kembali Ruang Saraf.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Fatkhul Alami
Surya/Nuraini Faiq
Pejabat RSAL Selasa (/10/2018) meninjau Ruang Saraf di Depertemen Saware (Saraf Jiwa dan Rehabilitasi) yang sebelumnya ambruk.  

SURYA.co.id | SURABAYA -  Ruang Saraf VII B (pria) RSAL Dr Ramlan Surabaya yang pada pertengahan April 2018 lalu ambruk dan menimpa pasien, saat ini sudah siap dioperasikan kembali.

Ruang berkapasitas 8 bes dengan sejumlah sekat itu minggu ini sudah bisa melayani pasien saraf. 

"Kini tinggal menunggu hasil uji konstruksi beton dari ITS. Besok hasilnya sudah di tangan dan minggu ini Ruang Saraf sudah bisa melayani pasien kembali," kata Wakil Kepala Bidang Medis (Wakamed) RSAL Dr Ramelan, Kolonel dr Sapta Prihartono SpBA saat mengujungi Ruang Saraf, Selasa (9/10/2018).

Wakamed ini didampingi Kepala Satuan Pengawas Internal RSAL AM Tarigan dan Kepala Departemen Saraf Jiwa dan Rehabilitasi (Saware) Kolonel Diah Utari SpS. Mereka meninjau gedung yang sudah tuntas direnovasi setelah enam bulan lalu ambruk. Atap gedung ruang saraf ini ambruk usai direnovasi dengan mengganti kerangka atap Galvalum. 

"Dengan begini kita punya gedung baru. Memang kemarin konstruksi Galvalum sudah SNI namun kualitasnya belum 0,75. Evaluasi kami masih 0,60. Kini gedung Saraf ini kami rombak total," kata Tarigan. 

Saat ini, RSAL menunggu semacam izin operasional dari Dinas Kelayakan Material TNI AL untuk pengoperasian kembali Ruang Saraf tersebut.

Hasil uji beton ITS itu akan diarahkan ke dinas ini. Sapta menjamin bahwa gedung baru ini makin kokoh.

"Malah lebih nyaman dan bersih. Kami juga menambah fasilitas perawatan khusus (high care unit) empat bed di Ruang Saraf," tambah Kepala Departeman Saware Diah Utari sambil keliling ruangan. 

Pantuan di loksi, tampak di Ruang VII B itu berderet delapan bed. Di ruang inilah 7 pasien pada Maret 2018 lalu dikagetkan dengan konstruksi atap yang ambruk. Salah seorang keluarga ada yang melindungi pasien yang dirawat. 

"Para pasien tertolong karena semua bed dalam posisi penahan ujung bed dinaikkan. Dan semua dengan cepat ditangani," kata salah satu perawat yang menjadi saksi saat detik-detik ambruk silam. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved