Berita Madiun

Narapidana yang Terlibat Narkoba di Lapas Akan Dipindah Tiap 3 Bulan Sekali

Setiap 3 bulan sekali, Kanwil Kemenkumham akan memindah napi yang terlibat narkoba di dalam lapas.

Narapidana yang Terlibat Narkoba di Lapas Akan Dipindah Tiap 3 Bulan Sekali
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Susy Susilawati 

SURYA.co.id|MADIUN - Berbagai upaya dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur untuk memutus jaringan narkoba di dalam lembaga pemasyatakatan (lapas).

Satu di antaranya yaitu dengan memindahkan napi yang diduga atau terlibat dalam jaringan narkoba di dalam lapas.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Susy Susilawati, saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Klas I Madiun, Selasa (9/10/2018) siang.

Narapidana yang kedapatan mengendalikan dan mengedarkan narkoba dari dalam lapas akan dipindah-pindah secara berkala tiga bulan sekali ke lapas yang berbeda.

"Jadi kalau napi itu setelah diperiksa, kami pastikan memang dia pelakunya, maka biasanya kami pindah untuk memotong jaringan. Biasanya terus menerus diputar. Jadi kalau ada napi yang tiga bulan dipindah, tiga bulan dipindah, berarti napi itu bermasalah, itu maksudnya untuk memotong jaringan," kata Susy kepada wartawan.

Begitu juga apabila ada indikasi keterlibatan petugas lapas. Apabila ada petugas lapas yang terindikasi terlibat dalam masuknya ponsel atau narkoba di dalam lapas mala akan ditarik ke kantor wilayah untuk dibina.

"Ada, kalau sipir yang terindikasi khususnya handphone dan narkoba akan kami tarik ke kantor wilayah, kamu bina di kantor wilayah. Kalau tiga bulan berkelakuan baik, kami kembalikan," katanya.

Selama ini Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur terus berupaya mengantisipasi peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan di Jatim. Di antaranya memerintahkan seluruh lapas dan rutan agar rutin melakukan razia.

"Semua lapas, rutan secara intensif melakukan razia, intinya kan dari handphone awalnya. Kami memantau setiap hari, UPT mana yang tidak melakukan razia. Ketika seminggu saja tidak melakukan razia akan kami tegur. Dan alhamdulillah menyusut, temuannya awalnya ada lima, turun menjadi tiga, menjadi dua. Tapi jujur kami belum clear seratus persen. Oleh sebab itu, unsur pegawai lapas sangat menentukan apakah bisa clear atau tidak. Oleh karena itu kami hadir di sini untuk mengingatkan terus," imbuhnya.

Selain razia rutin, juga melakukan pemeriksaan terhadap tamu yang masuk ke lapas melalui pemeriksaan dengan sinar X-ray dan body scan di pintu masuk. Meskipun masih ada yang berusaha memasukan narkoba ke dalam penjara dengan melemparnya dari luar.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved