Breaking News:

Berita Surabaya

Imunisasi Difteri di Jatim Tuntas Akhir September 2018, Ini Capaian Hasilnya

Pelaksanaan Outbreak Response Imuniation (ORI) Difteri putaran kedua di Jawa Timur telah dituntaskan akhir September 2018.

surya/ahmad zaimul haq
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin difteri pada siswa saat gerakan imunisasi difteri di SD Kaliasin 1 Surabaya, Senin (5/2/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pelaksanaan Outbreak Response Imuniation (ORI) Difteri putaran kedua di Jawa Timur telah dituntaskan akhir September 2018.

Total cakupan di Jatim tercatat 95,49 persen.

Kepala Seksi Survelen dan Imunisasi Dinas Kesehatan Jawa Timur, Gito Hartono mengungkapkan angka tersebut sudah mencapai angka minimal untuk mendapatkan kekebalan kolektif.

Namun sayangnya capaian bagus tersebut belum merata.

Masih ada sebagian kota/ kabupaten yang cakupannya jauh di bawah 95 persen.

Seperti Pamekasan yang masih 74,56 persen, Situbondo 79,80 persen, Bangkalan 78,33 persen dan Sumenep 86,63 persen.

”Secara Jawa Timur memang sudah 95 persen, ini sesuai target minimal. Tapi memang tidak merata,” ungkapnya, Selasa (9/10/2018).

Menurutnya, tidak sedikit dari sasaran imunisasi difteri yang bersekolah di luar kota/kabupaten tempat tinggalnya.

”Karena bersekolahnya lintas kota atau kabupaten, akhirnya mereka tersedot di kota atau kabupaten lain. Itu tidak apa-apa yang penting mereka terimunisasi,” ujarnya.

Untuk memastikan sasaran yang dituju telah mendapatkan imunisasi, Dinas Kesehatan mengadakan survey Rapid Convenience Assesment (RCA) guna memastikan tidak ada anak yang tertinggal.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved