Berita Lamongan

Ngambek Sepekan, Mulai Besuk Ribuan Guru Honorer Lamongan Ngajar Lagi. Ini Sebabnya

Para GTT Lamongan bersyukur setelah melalui proses yang sangat panjang, akhirnya ada solusi.

Ngambek Sepekan, Mulai Besuk Ribuan Guru Honorer Lamongan Ngajar Lagi. Ini Sebabnya
surya/hanif manshuri
Suasana hearing perwakilan guru GTT dengan wakil rakyat di ruang Banggar, Senin (8/10/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Guru tidak tetap (GTT) di Lamongan yang sempat mogok mengajar hampir sepekan dipastikan akan kembali mengajar mulai Selasa (9/10/2018). Ketua Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK) Lamongan, Syukran Ma'mun, memastikan mogok mengajar yang dilakukan ribuan guru honorer dicabut, terhitung mulai besok.

"Ya ini setelah ada titik terang hasil hearing dengan wakil rakyat di Gedung DPRD Lamongan, Senin, (8/10/2018) siang tadi," kata Syukran.

Pihaknya patut bersyukur setelah melalui proses yang sangat panjang, akhirnya ada solusi. Kabar baik ini akan disampaikan kepada para guru honorer.

"Insyaallah besok pagi (Selasa, 9/10/2019) kita sudah aktif kembali mengajar di sekolah masing-masing," kata Syukran, usai hearing.

Dicapai kesepakatan, solusi pertama adalah tindak lanjut mengenai tuntutan SK pengangkatan dari Bupati untuk GTT.

Jadi untuk SK ini akan ditindaklanjuti dulu dengan melakukan studi banding di 5 Kabupaten Kota yang sudah mengeluarkan SK pengangkatan dari Bupati di antaranya, Probolinggo, Batu, Purwakarta, Sidoarjo.

Hasil dari studi banding tersebut nantinya akan dijadikan acuhan Kabupaten Lamongan untuk pengangkatan dengan SK Bupati.

Itu tadi disepakati dan deadline-nya maksimal 25 Oktober.

"Kalau tidak bisa dengan SK Bupati, nanti akan ada tindak lanjut SK pengangkatan dari Dinas Pendidikan," ungkapnya.

Selain SK pengangkatan dari Bupati, ungkap Syukran, disepakati tentang upah untuk GTT, yang akan dinaikkan sesuai dengan masa kerja.

"Masa kerjanya tergantung, 10 tahun, kemudian yang 5 sampai 10 tahun, dan dibawah 5 tahun itu. Biar sama-sama adilah," tutur Syukran.

Sementara itu, Saim, Wakil Ketua DPRD Lamongan, menambahkan untuk menaikkan upah GTT, anggaran kesejahteraan GTT akan dinaikkan.

"Kita perjuangkan di Banggar, dan dibahas dalam bulan ini," ungkapnya.

Untuk kesejahteraan GTT, alokasi dana dari Rp 6,9 milyar dinaikan menjadi Rp 13,5 milyar. Namun semua itu nanti masih dalam proses usulan. Kalau keputusannya tentu pada saat Banggar.

Saim belum bisa memastikan berapa yang akan disetujui. Pihaknya bersama anggota dewan akan memperjuangkan itu

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved