Berita Surabaya

Aturan Baru Berlaku, BPJS Sebut Pasien Bisa Langsung Dirujuk ke RS Tipe A. Syaratnya?

BPJS Kesehatan menegaskan bahwa meski ada peraturan baru, pasien masih bisa langsung dirujuk ke RS tipe A dari faskes tingkat pertama. Syaratnya?

Aturan Baru Berlaku, BPJS Sebut Pasien Bisa Langsung Dirujuk ke RS Tipe A. Syaratnya?
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
BPJS Kesehatan hearing dengan komisi D DPRD Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keluhan masyarakat terhadap aturan baru BPJS Kesehatan, tepatnya Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan No 4 Tahun 2018, akhirnya direspon Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Seninm, 8 Oktober 2018, Komisi D memanggil sejumlah pihak yang terkait masalah ini.

Mulai BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, dari juga Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). Semua pihak dipertemukan dalam satu forum hearing, Senin (7/10/2018).

Baca: Skak Mat! Penjelasan Jokowi Bikin Andi Arief Berubah Sikap & Tarik Semua Kritik Soal Pertemuan IMF

Dalam forum tersebut, Kepala Cabang BPJS Surabaya Moch Cucu Zakaria menegaskan bahwa sejak diberlakukan aturan tersebut pada akhir Agustus lalu, sistem rujukan online BPJS masih memberikan kebebasan pasien untuk dirujuk dari faskes tingkat pertama ke rumah sakit tipe C atau ke rumah sakit tipe D.

"Kalau sistem P-Care yang hanya menampilkan pilihan rujukan ke rumah sakit tipe D saja, itu kami pastikan, itu adalah sistem yang lama, sebelum diberlakukan di bulan Agustus, saat uji coba," kata Cucu.

Ia menegaskan saat ini pun, faskes tingkat pertama bisa langsung merujuk pasien ke rumah sakit tipe C. Jadi, dalam sistem P-care akan muncul opsi rujukan ke rumah sakit tipe D atau tipe C.

Tidak hanya itu, faskes tingkat pertama juga dimungkinkan untuk merujuk langsung ke tipe B atau A. Syaratnya, jika rumah sakit tipe D dan rumah sakit tipe C sudah 60 hingga 80 persen penuh. 

"Kalau semua dibuka di sistem, maka akan rancu. Ketika yang jauh belum penuh maka harus penuh dulu. Jadi dari faskes pertama, masih bisa milih sampai tingkat C, kalau B atau A dengan syarat sudah 60-80 persen penuh," katanya.

Cucu menegaskan, faskes tingkat pertama juga masih bisa merujuk ke rumah sakit tipe B jika dokter spesialisnya tidak ada di rumah sakit tipe C dan tipe D. Tapi jika dokter spesialisnya ada di rumah sakit tipe C dan tipe D maka harus dirujuk ke sana dulu.

"Kecuali pasien gawat darurat ya. Bisa kemanapun," tegasnya. Yang menentukan gawat darurat adalah dokter yang menangani di faskes tingkat pertama.

Selain itu, sejak pemberlakukan aturan ini, Cucu menegaskan bahwa memang ada sejumlah perubahan sistem. Salah satunya sistem rujukan ke rumah sakit tipe A.

Faskes tingkat pertama bisa merujuk pasien ke rumah sakit tipe A tertentu untuk sembilan kondisi yaitu hemodialisa, talasemia, hemofilia, TB, HIV/AIDS, kemotheraphy, radiotherapy, tubercolosis, dan penyakit jiwa.

"Jika dalam tiga bulan ada riwayat yang sembilan itu di rumah sakit tipe A, maka bisa dirujuk langsung. Selain itu ya nggak bisa harus ke tipe D atau C dulu," tandasnya.

Selain itu, Cucu juga menanggapi terkait keluhan rujukan yang jauh dari tempat faskes tingkat pertama. Ia menyebut pihaknya tengah berupaya untuk koordinasi dengan dinas kesehatan untuk melakukan mapping agar yang ditampilkan dalam sistem P-care bisa yang prioritas yang terdekat.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved