Berita Magetan

Peternak di Magetan Keluhkan Harga Jerami Naik hingga 5 Kali Lipat, ini Penyebabnya

Peternak sapi dan kerbau di wilayah kabupaten Magetan mengeluh tingginya harga jerami (damen).

Peternak di Magetan Keluhkan Harga Jerami Naik hingga 5 Kali Lipat, ini Penyebabnya
SURYAOnline/Doni prasetyo
Dewi peternak sapi warga Kelurahan/Kecamatan Plaosan, Magetan, membeli dua ikat jerami (damen) seharga Rp 10.000 padahal sebelumnya hanya Rp 4000. 

SURYA.o.id|MAGETAN - Peternak sapi dan kerbau di wilayah Magetan mengeluh tingginya harga jerami (damen), biasanya Rp 500 - Rp 1.000 per ikat (until), kini naik sampai Rp 6.000 per ikat.

"Jerami atau damen ini makanan pokok sapi, kerbau, makanya begitu harganya naik sampai lima kali lipat peternak kebingungan," aku Bagyo warga Kelurahan/Kecamatan Plaosan, Magetan  di Pasar Jerami, Plaosan, Minggu (7/10/2018).

Menurutnya dia sudah mencari pakan pengganti, tapi sapinya tidak mau.

Padahal, lanjut Bagyo, dalam sehari sapinya butuh lima ikat jerami, yang sebelumnya hanya Rp 2.500 sekarang Rp 20.000 - Rp 25.000.

Melambungnya harga jerami ini terjadi sejak sepekan lalu.

"Rasanya jadi petani kalau dirasakan pingin nangis saja. Bagaimana tidak, sekarang ini petani sangat tidak diuntungkan. Harga pakan ternak naik selangit, tapi harga jual sapi terus menurun,"imbuh Bagyo.

Sedang pedagang jerami atau damen Parmi mengaku naiknya harga jerami hingga lima kali lipat akibat efek kenaikkan upah angkut dari lokasi jerami sampai pasar.

"Jerami yang harganya melangit, karena biaya angkutan juga naik hingga lima kali lipat," tambah warga Dusun Sompok Ngerong, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Magetan.

Namun, Parmi memastikan walau harga jerami naik, tetapi kalau ambil jerami lokal Magetan masih murah.

Jerami yang diperdagangkan di Pasar Jerami Plaosan, lanjut dia, hampir seluruhnya diambil dari petani di Desa Kendal, Ngawi, Desa Kaibon, Kabupaten Madiun, dan Ponorogo.

"Kalau angkutan lokalan, ada kenaikkan tapi tidak signifikan. Tapi kalau sampai luar daerah, pasti ada kenaikkan,"kata Darmi.

"Angkutan jerami, dulu untuk luar kota hanya Rp 100.000. Sekarang naik menjadi Rp 250.000. Kalau lokalan paling hanya Rp 50 ribu - Rp 70.000. Sekarang ini melambung sampai empat, lima kali,"ujar pungkasnya.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved