Breaking News:

Berita Sidoarjo

Amblesnya Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo Belum Tuntas Ditangani, Warga Sekitar Was-was

Warga sekitar tanggul lumpur Lapindo di Sidoarjo yang ambles masih terus was-was. Mereka cemas lumpur menerjang rumahnya.

surabaya.tribunnews.com/m taufik
Kondisi tanggul yang ambles, Minggu (7/10/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Warga sekitar tanggul lumpur Lapindo di Sidoarjo yang ambles masih terus was-was. Mereka khawatir air dan lumpur meluber ke rumah dan permukiman yang mereka tinggali.

Warga berharap, tanggul segera diperbaiki. "Kalau sewaktu-waktu meluber gimana. Siapa yang bertanggung jawab?" ujar Sukardi, warga Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Permukiman penduduk ini memang sangat dekat dengan tanggul. Rumah-rumah warga hanya berjarak beberapa meter dengan tanggul, cuma terpisah jalan desa.

Termasuk tanggul sepanjang sekitar 100 meter yang ambles sampai sekitar 5 meter juga berada di wilayah dusun ini. Jaraknya juga hanya beberapa puluh meter dari rumah warga.

Air bercampur lumpur yang meluber keluar tanggul, Jumat (5/10/2018) lalu juga lokasinya hanya beberapa meter dari rumah-rumah warga.

Baca: Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo Ambles, 10 Keluarga Pilih Mengungsi

Luberan air dan lumpur itu keluar dari bawah tanggul. Itu akibat besarnya semburan lumpur dari pusat semburan yang mencapai 70.000 meter kubik perhari. Tanggul tak kuat menahan sehingga ambles dan air bercampur lumpur merembes dari bawah tanggul.

Akibat peristiwa itu, sejumlah warga juga sudah ada beberapa yang mengungsi atau pindah ke tempat keluarga di daerah lain. Mereka takut, peristiwa 2006 silam terulang.

Pantauan di lokasi, Minggu (7/10/2018), tanggul yang ambles kondisinya masih seperti tiga hari lalu. Air bercampur lumpur di dalam tanggul hanya berjarak beberapa centimeter dengan bagian atas tanggul yang ambles itu.

Baca: Pria Sidoarjo Sembunyikan Narkoba di Pembalut Istri Untuk Mengelabui Polisi

Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Hengki Listria Adi menyatakan bahwa pihaknya terus berusaha mengatasi permasalahan tanggul tersebut.

"Kami terus berupaya melakukan penurunan debit air yang ada di tampungan. Kami juga mengalihkan air dari pusat semburan ke sisi selatan untuk menghindari tekanan air di sisi utara," ungkap Hengki.

Air dari pusat semburan dilarikan ke selatan ke Desa Mindi, untuk selanjutnya dialirkan ke Kali Porong. Tujuannya volume air tidak ke utara, lokasi tanggul yang ambles.

"Sejauh ini sudah tidak ada air dan lumpur yang meluber. Petugas di lapangan juga mulai melakukan pengukuran tanggul yang ambles itu untuk dilakukan perbaikan. Mungkin besok (Senin) perbaikan, peninggian, dan penguatan kembali tanggul sudah dimulai," paparnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved