Arema FC vs Persebaya

Meski Minim, Djanur Tetap Akui Tekanan Suporter Pengaruhi Permainan

Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Arema FC dengan skor 1-0 pada lanjutan pertandingan pekan ke-24 di Stadion Kanjuruhan

Meski Minim, Djanur Tetap Akui Tekanan Suporter Pengaruhi Permainan
SURYA.co.id/Habibur Rohman
Djadjang Nurjaman alias Djanur 

SURYA.co.id I MALANG - Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Arema FC dengan skor 1-0 pada lanjutan pertandingan pekan ke-24 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2010).

Gol kemenangan Arema FC dicetak oleh Ahmad Nur Hardianto menit 70.

Diungkapkan Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, bermain di bawah tekanan suporter Arema (Aremania), sedikit banyak mempengaruhi permainan tim berjuluk Bajul Ijo tersebut. Meskipun diakui mantan pelatih Persib dan PSMS Medan tersebut, pengaruhnya sangat sedikit.

"Harus diakui itu (tekanan suporter, red) pasti ada, walaupun persentasenya tidak terlalu besar karena sudah saya sampaikan pada pemain harus wani, tidak boleh takut," terang pelath 53 tahun itu usai laga.

Paling terlihat pengaruh tekanan suporter itu adanya beberapa kesalahan dari pemainnya.

"Bisa terlihat ada beberapa kesalahan elementer, mungkin itu juga efek dari tekanan," tambah Djanur.

Selain pengaruh tekanan suporter, diungkapkan Djanur, sedikit banyak juga ada efek dari tidak melangsungkannya Persebaya offisial training (OT) sehari sebelum laga. Di mana Persebaya lebih memilih latihan terakhir di Surabaya sebagai pengganti OT.

Apalagi kondisi lapangan di Stadion Kanjuruhan dengan tempat biasa Persebaya melakukan latihan, Stadion Gelora Bung Tomo sangat berbeda, sehingga uji coba lapangan sangat penting.

Namun, Djanur menjelaskan bahwa timnya tidak mengambil OT karena alasan keselamatan pemain.

"Mungkin saja begitu (pengaruh, ted), tapi kami lebih memikirkan hal lain, demi keamanan. Karena saya liat di luar lapangan tensinya masih seperti itu, bagaimana jika misal kami melakukan OT," tuturnya.

Kembali, mantan pelatih Persib dan PSMS Medan itu menegaskan, kurang tepatnya keputusan wasit menjadi faktor yang berpengaruh besar terhadap kekalahan timnya.

Apalagi secara permainan, Persebaya bisa mengimbangi permainan Arema FC.

"Sebenarnya kami bisa mengimbangi permainan tuan rumah. Anak-anak sudah memberikan yang terbaik. Meski bermain dibawah tekanan, mereka masih bisa menjalankan tugas dengan baik," ungkap Djanur.

"Pengaruh terbesar adalah banyaknya keputusan kurang tepat dari wasit yang memimpin," pungkas Djanur.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved