Berita Surabaya

Ini Yang Dilakukan Polisi Surabaya untuk Cegah Kecelakaan Kereta Api

Kejadian kecelakaan kereta api bisa dicegah atau paling tidak diantisipasi agar tidak terulang kembali

Ini Yang Dilakukan Polisi Surabaya untuk Cegah Kecelakaan Kereta Api
SURYA.co.id/Mohammad Romadoni
Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya AKP Antara memasang banner imbaun di perlintasan Kereta Api Pasar Turi Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anggota Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya memasang banner imbauan waspada ketika melewati perlintasan kereta api di sejumlah titik di Surabaya.

Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara menjelaskan banner imbauan itu berisi pesan moral kepada seluruh pengguna jalan agar tetap waspada saat melewati palang pintu perlintasan kereta api. Pihaknya sudah berupaya untuk mencegah dan mengantisipasi laka kereta.

"Semuanya itu dikembalikan oleh perilaku pengendara kendaraan, patuh dan tertib lalu lintas. Terpenting, jangan lengah selalu waspada saat melewati perlintasan kereta api," ujarnya kepada Surya.co.id, Sabtu (6/10/2018).

Antara menyebutkan, banner imbauan ini dipasang di sejumlah titik dekat palang pintu perlintasa kereta api. Ini dilakukan oleh anggota Unit Laka Lantas untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan kereta api di Surabaya.

"Banner imbauan ini untuk sosialisasi kepada masyarakat supaya kejadian serupa kecelakaan mobil avanza ditabrak kereta api Mutiara Timur di perlintasan Margorejo tidak terulang kembali," ungkapnya.

Baca: BREAKING NEWS - Toyota Avanza Ringsek Ditabrak Kereta Api di Perlintasan Margorejo Surabaya

Baca: KA Mutiara Timur Tabrak Avanza di Margorejo Surabaya, Korban Tewas Itu Istri Dosen UINSA

Baca: Kronologi Avanza dan Motor Ditabrak KA Mutiara Timur di Perlintasan Margorejo Surabaya 

Baca: Avanza Ditabrak KA di Perlintasan Margorejo Surabaya, Penumpang 3 Orang Diduga Sekeluarga

Antara juga menuturkan, pihaknya begitu prihatin terkait kecelakaan maut di jalur perlintasan kereta Margorejo Wonocolo, hingga menewaskan satu penumpang mobil Toyota Avanza L 1928 JV.

Korban meninggal bernama Suqiyah Rohmatin (40) yang merupakan istri dari Moch Kurjum (49) Dosen UINSA Surabaya.

Saat ini, dua korban kecelakaan kereta api penumpang mobil, Moch Kurjum bersama anaknya Nadjema Farika (11) pelajar masih dirawat intensif di ruang perawatan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya H.S Samsoeri Mertojoso Polda Jatim.

Satu korban pengendara motor honda vario hitam L 5101 NL, bernama Moh Anas Iqbal (21) warga Perumahan Taman Aloha Blok E1/47, Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo.

"Kami belum bisa mengorek informasi dari yang bersangkutan lantaran korban masih syok. Saat ini fokus pemulihan kondisi kesehatan korban," jelasnya.

Masih kata Antara, kejadian kecelakaan kereta api bisa dicegah atau paling tidak diantisipasi agar tidak terulang kembali.

"Semua orang tidak akan mau kecelakaan ini musibah, saling menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain tertib dan patuhi rambu lalu lintas," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved