Berita Surabaya

Preman Berkedok Calo Bungurasih yang Jual Tiket Bus Surabaya-Madiun Rp 395 Ribu Diciduk Polisi

Polisi menangkap 4 pria yang melakukan aksi premanisme berkedok calo tiket di terminal Bungurasih. Mereka menjual tiket Surabaya-Madiun Rp 395 ribu

Preman Berkedok Calo Bungurasih yang Jual Tiket Bus Surabaya-Madiun Rp 395 Ribu Diciduk Polisi
surya/mohammad romadoni
Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela membeberkan barang bukti beserta empat tersangka premanisme di terminal Purabaya, Bungurasih 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anggota Unit IV Premanisme Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menangkap empat pria terkait kasus premanisme berkedok calo tiket di Terminal Purabaya.

Empat tersangka bernama Munikrah (66) warga Jl Wonokusumo, Surabaya ; Aris (39) warga Jl Brigjen Katamso,  Sidoarjo ; Nurul (38) warga Kelurahan Tanggumong, Sampang, Madura ; dan Fahrihin (36) warga Jl Sumbo Sidodadi, Surabaya.

Pejabat Sementara (PJs) Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela menjelaskan pihaknya menanggapi banyaknya keluhan masyarakat yang resah adanya premanisme. Banyak calon penumpang dirugikan karena aksi para tersangka meminta secara paksa untuk membeli tiket yang direkomendasikannya.

"Komplotan preman modus calo tiket tetapi meminta uang dalam jumlah cukup besar berlipat-lipat lebih mahal dari harga tiket aslinya," ungkapnya di Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Jumat (5/10/2018).

Baca: Aksi Premanisme Berkedok Calo, Jual Tiket Surabaya-Madiun Seharga Rp 395 Ribu

Leo mengatakan aksi tersangka ini begitu terorganisir dan berlangsung cukup lama. Masing- masing tersangka memiliki peran yang berbeda. Sayangnya, aksi premanisme modus calo tiket luput dari pengawasan Dinas Perhubungan setempat.

"Tersangka dikenal sebagai calo bus tapi mereka bekerja sesuai sistem yang telah disepakati," ujarnya.

"Tersangka setiap hari kerja di situ, sehari tiga hingga lima korban," imbuhnya.

Menurut dia, cara kerja modus calo tiket bus ini yaitu tersangka ada yang mendatangi penumpang dari luar kota. Ciri penumpang luar kota yakni membawa tas besar. Kemudian calon penumpang diarahkan ke kantor Travel Divana Putri Wisata.

Baca: Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo Ambles Sebabkan Luberan Lumpur, Warga Cemas Rumah Tenggelam

Di tempat travel itu, ada tersangka berperan sebagai petugas pencatat kupon travel perjalanan. Kupon sudah dipersiapkan sebelumnya, travel tujuan Surabaya-Madiun berharga Rp 395 ribu dan tertulis sudah lunas. Korban tidak berdaya lantaran para tersangka berkerumun dan meminta secara paksa uang milik korban untuk membeli kupon tersebut.

"Tersangka merampas uang milik korban diganti kupon travel berharga mahal itu," jelasnya.

Masih kata Leo, tersangka memaksa korban naik ke bus umum yang ternyata bukan travel seperti dijanjikannya. Korban di dalam bus membayar tiket. Lagi-lagi harga tikenya tidak lazim. Berdasarkan peraturan Gubernur Jatim telah menentukan tarif atas dan bawah angkutan penumpang bus antar kota.

"Lha ini tujuan Surabaya-Madiun tarif atas berharga Rp 49 ribu," bebernya.

Ditambahkannya, tersangka membagi sama rata uang hasil kejahatan dengan kekerasan itu. Pihaknya berencana akan periksa travel dan PO bus yang diduga berkomplot.

"Perbuatan tersangka ini telah merugikan masyarakat, kami akan tindak tegas sapu bersih aksi premanisme," pungkasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved