Pemilu

Pengamat Politik President University, AS Hikam : Demokrasi Kita Megarah ke Autokrasi

Pengamat Politik President University, Muhammad AS Hikam mengkritik sistem demokrasi di Indonesia mengarah ke autokrasi.

Pengamat Politik President University, AS Hikam : Demokrasi Kita Megarah ke Autokrasi
SURYA.co.id/Sofyan Arif Candra Sakti
Muhammad A S Hikam Saat Menjadi Keynore Speaker dalam Seminar di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Kamis (4/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat Politik President University, Muhammad AS Hikam mengkritik sistem demokrasi di Indonesia mengarah pada autokrasi.

AS Hikam melihat saat ini sistem demokrasi di Indonesia tidak menerapkan sistem demokrasi secara utuh.

"Sekarang ini demokrasi keindonesiaan itu ogah-ogahan. Kelihatannya di luar itu seperti demokrasi, tapi kalau kita lihat substansinya itu makin mengarah ke autokrasi," kata mantan Ketua DPP PKB ini.

Baca: AS Hikam Sebut Kebohongan Ratna Sarumpaet Usaha Nyata Pecah Belah Bangsa

Baca: Sebelum Ditangkap KPK, Wali Kota Pasuruan Sempat Digoyang Isu Korupsi Pengadaan Tanah

Selain itu, AS Hikam juga melihat partai politik (parpol) saat ini masih mempunyai sistem yang zaman dulu.

"Sebagai contoh, setelah 20 tahun kita berdemokrasi, ternyata partai politik itu tidak pernah mengalami reformasi total untuk mengubah dirinya menjadi bagian utama dari gerakan demokrasi," kata AS Hikam di Universitas Khatolik Widya Mandala, Kamis (4/10/2018).

Hikam mencontohkan sistem pencalegan yang tidak demokratis konstitusional.

Dimana caleg yang maju justru dipilihkan oleh partai terlebih dahulu dan masyarakat hanya memilih calon yang telah diajukan oleh Parpol.

"Artis yang baru masuk aja bisa diletakkan di nomor urut satu kok sama Parpol. Pas sudah jadi terus ditanyain seputar tugasnya malah tidak paham," katanya.

"Makanya setiap tahun semakin ke sini, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap legislatif itu semakin turun. Yang naik justru korupsi berjamaah dari DPRD dan DPR-nya," ujarnya. (Sofyan Arif Candra Sakti)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved