Berita Jember

Korupsi P2SEM Jatim, Kajati Jatim: Jaksa Kantongi Penerima Aliran Dana dari PPATK

Korupsi P2SEM yang melibatkan dr Bagoes Soetjipto Soeljoadikoesoemo disebut sebagai mega korupsi di Jatim.

Korupsi P2SEM Jatim, Kajati Jatim: Jaksa Kantongi Penerima Aliran Dana dari PPATK
surya/sri wahyunik
Kajati Jatim Sunarta (kanan) bersama Kajari Jember Ponco Hartanto usai melakukan kunjungan kerja di Kejari Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim telah mendapatkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait aliran dana dalam perkara Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) tahun 2008.

Jaksa meminta bantuan PPATK setelah mendengar keterangan dari terpidana sekaligus saksi kunci dokter Bagoes Soetjipto Soeljoadikoesoemo. Kepala Kejati Jatim Sunarta menegaskan pihaknya sudah melakukan ekspos perkara tersebut dengan PPATK.

"Kami sudah menerima undangan ekspos dari PPATK, dan dari paparan PPATK terlihat aliran dana yang disebut oleh dokter Bagoes," ujar Sunarta kepada Surya, usai melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kejari Jember, Kamis (4/10/2018) sore.

Menurut Sunarta, Bagoes menyebut nama-nama penerima dana program tersebut.

"Bagoes kan menyebut si A, si B, si C sebagai penerima aliran dana itu, tetapi kan buktinya tidak ada hanya nyebut saja. Akhirnya kami kerjasama dengan PPATK untuk mendukung keterangan itu," tegas Sunarta.

Penelusuran PPATK itu, katanya, bisa menjadi bukti baru selain keterangan saksi-saksi. Dia menegaskan pihaknya akan menelusuri aliran dana seperti yang dipaparkan oleh PPATK.

"Pastinya akan kami kejar kemana saja aliran dana itu. Teknisnya nanti-lah, pasti nanti akan dibuka," tegas Sunarta yang baru menjabat sebagai Kajati Jatim pada Agustus 2018 itu.

Korupsi P2SEM yang melibatkan dr Bagoes Soetjipto Soeljoadikoesoemo disebut sebagai mega korupsi di Jatim.

Penikmat dana hibah sebesar Rp 277 miliar itu diduga melibatkan banyak anggota DPRD Jawa Timur periode 2004 - 2009.

Pada Agustus lalu, penyidik Pidana Khusus Kejati Jatim telah memeriksa 13 mantan anggota dewan Jatim periode 2004 - 2009.

Dokter Bagoes sendiri merupakan saksi kunci dalam perkara itu. Dia menjadi buronan sejak tahun 2010 dan akhirnya ditangkap pada November 2017 lalu.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved