Kebohongan Ratna Sarumpaet

Koalisi Advokat Laporkan Fadli Zon dan Fahri Hamzah ke MKD karena Tak Cermat Jaga Perilaku

Dua Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Fahri hamzah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Koalisi Advokat Laporkan Fadli Zon dan Fahri Hamzah ke MKD karena Tak Cermat Jaga Perilaku
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Sejumlah advokat yang tergabung dalam Koalisi Advokat Pengawal Konstitusi melaporkan empat anggota DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Keempat anggota DPR yang dilaporkan yakni Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera dan Anggota Komisi I Fraksi Partai Gerindra Rachel Maryam Sayidina. Mereka dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik terkait penyebaran kabar bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Dua Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Fahri hamzah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Adapun pelapornya adalah Koalisi Advokat Pengawal Konstitusi (KAPK), Kamis (4/10/2018).  

Selain Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Koalisi Advokat juga melaporkan dua anggota DPR lainnya.

Baca: OTT di Kota Pasuruan, Juru Bicara KPK Febri Diansyah Sebut Kepala Daerah Ikut Diperiksa

Baca: Pengamat Politik Kacung Maridjan : Hoaks Ratna Sarumpaet Menggerus Elektabilitas Prabowo

Yakni, Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera dan Anggota Komisi I Fraksi Partai Gerindra Rachel Maryam Sayidina. 

KAPK melaporkan empat anggota DPR itu atas dugaan pelanggaran kode etik terkait penyebaran kabar bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Baca: Ini Kata Pakde Karwo Terkait OTT KPK di Kota Pasuruan

Baca: Seperti Ini Cara Polda Jatim Menanggulangi Berita Hoaks yang Kian Meresahkan

"Seperti kita tahu, Ratna Sarumpaet sudah mengaku bahwa dia berbohong. Yang kami sesalkan adalah sebagai Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah ini tidak bisa cermat menjaga perilakunya sebagai anggota Dewan," ujar Saor Siagian, perwakilan KAPK di gedung DPR.

Saor Siagianmengatakan, sebagai anggota DPR seharusnya mereka tidak gegabah dalam menyebarkan pengakuan Ratna Sarumpaet tanpa adanya konfirmasi dari sumber lain.

Selain itu, sesuai mekanisme hukum, seseorang yang mengetahui adanya dugaan tindakan pidana penganiayaan dapat melaporkannya ke aparat kepolisian.

"Kalau memang ada tindak pidana itu mestinya dilaporkan kepada polisi. Sekarang mereka sudah bertindak, bukan saja sebagai polisi tapi juga sebagai hakim, menghakimi," kata Saor Siagian.

"Nah, bagi kami ini tindakan yang sangat serius. Itu sebabnya kami hari ini berikan laporan kepada beliau," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved