Lapor Cak

Kendaraan Saling Serobot hingga Lawan Arus Kerap Terjadi di Jalan Protokol Surabaya

Saling serobot tanpa mempedulikan marka jalan hingga menerobos Traffic Ligth lazim terjadi di ruas jalan protokol Kota Surabaya.

Kendaraan Saling Serobot hingga Lawan Arus Kerap Terjadi di Jalan Protokol Surabaya
surya.co.id/mohammad romadoni
Kendaraan melawan arus masih sering dijumpai di jalanan protokol Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perilaku buruk pengendaran kendaraan bermotor masih banyak dijumpai di jalan raya Surabaya.

Saling serobot tanpa mempedulikan marka jalan hingga menerobos Traffic Ligth lazim terjadi di ruas jalan protokol.

Apalagi, pada jam sibuk saat pagi hingga sore menjelang petang bersamaan jam pulang kerja . Kondisi seperti itu nyaris sama di beberapa ruas jalan di seluruh wilayah Surabaya.

Bripka M Zaenal Ketua Tim Urai Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya menjelaskan tingginya volume kendaraan pada waktu tertentu itu memicu kemacetan yang berpotensi menambah pelanggaran lalu lintas.

"Pelanggaran lalu lintas paling sering terjadi saat mulai pergerakan kendaraan pada waktu itu pagi dan sore," ujarnya saat dihubungi Surya.co.id, Kamis (4/10/2018).

Zenal mengatakan simpul kemacetan di jalan protokol mulai Jl Ahmad Yani hingga Jl Darmo dari dua arah menjadi prioritas Tim Urai Sat Lantas Polrestabes Surabaya mengatur lalu lintas supaya tidak sampai terjadi penumpukkan kendaraan.

"Kalau macet banyak pengendara motor tidak tertib lalu lintas, menerobos lampu merah, melanggar garis marka jalan ada juga yang melawan arus jalan," ungkap polisi peraih penghargaan teresponsif ini.

Brigadir Deny Apriandi anggota Tim Urai Sat Lantas Polrestabes Surabaya menuturkan pihaknya tidak segan memberi sanksi tilang terhadap pengguna jalan yang sembrono melawan arus dan melanggar lalu lintas. Pasalnya, pelanggaran lalu lintas merupakan awal potensi memicu terjadinya laka lantas.

"Sanksi tilang itu merupakan sebagai upaya Kepolisian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas," ungkapnya.

Terkini paling banyak, sanksi tilang terhadap pengedara motor yang melanggar tertib lalu lintas misalnya,
pelanggaran traffic ligth dan rambu di larang parkir di bahu jalan.

"Banyak ojek online yang parkir sembarangan di sepanjang jalan Frontage A Yani, kami tilang itu melanggar lalu lintas karena membahayakan kendaraan lainnya," paparnya.

Deny melanjutkan, pelanggaran menerobos lampu merah dan melawan arus juga marak di jalan seputar Rolak, Karah Jambangan Surabaya.

"Pelanggaran didominasi pengendara motor melawan arus di simpang tiga Rolag," terangnya.

Menurut dia, ada juga pelanggaran yang tidak 'kasat mata', misalnya tidak pakai helm, tidak pakai sabuk pengaman Seat Belt, mengemudi dalam kondisi pengaruh alkohol dan lainnya.

Namun paling sering pelanggaran lalu lintas dan rambu larangan berhenti, belok maupun putar balik.

Menurut dia, paling banyak pelanggaran lawan arus jalan di Frontage sisi timur depan kampus IAIN Surabaya. Pengendara motor rata-rata mahasiswa melaju di sisi jalan ke utara melawan arus menuju kampusnya.

"Kebanyakan alasan pelanggar lalu lintas lawan arus di Frontage IAIN, karena lebih dekat kalau lewat jalan sebenarnya memutar jauh," jelasnya.

Miazani (27) warga Tambaksari Surabaya mengatakan seringkali melanggar traffic ligth lantaran terburu-buru berangkat bekerja. Dia melanggar lalin karena mengejar waktu untuk sampai di tempat kerjannya dan terkadang saat macet.

Namun Ia sadar jika perbuatannya itu salah dan melanggar tata tertib safety berlalu lintas di jalan raya. Pelanggaran lalin bisa berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

"Pernah melanggar lalin itupun terpaksa kalau ditilang yang pasrah kan memang salah, tapi itu gak sering saat kepepet saja kok," ucapnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved