Inilah Hasil Otopsi Jasad 7 Perwira Tinggi Indonesia yang Tewas Dalam Pemberontakan G30S/PKI

Tepat hari ini, 30 September 2018 biasa diperingati dengan Gerakan 30 September/PKI atau yang disingkat G30S/PKI.

Warta Kota/Joko Supriyanto

SURYA.co.id - Tepat hari ini, 30 September 2018 biasa diperingati dengan Gerakan 30 September/PKI atau yang disingkat G30S/PKI.

Dalam perjalanannya gerakan ini pun biasa disebut Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober).

Gerakan tersebut merupakan peristiwa yang terjadi selwat malam tanggal 30 September sampai di awak 1 Oktober 1965 ketika tuju perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha kudeta.

Baca: Puluhan Korban Gempa Palu Mengungsi ke Surabaya Usai Dirawat di Makassar

Baca: Update Gempa Donggala: Ratusan Napi Bakar Rutan Hingga Potret Kerusakan Kota Palu Setelah Bencana

Dalam peristiwa G30S/PKI melibatkan tujuh pejabat tinggi militer Indonesia dan dibunuh dalam aksi tersebut.

Berikut hasil otopsi dari ketujuh militer yang tewas dalam G30S/PKI.

1. Achmad Yani

- Luka Tembak masuk: 2 di dada kiri, 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di garis pertengahan perut, 1 di perut bagian kiri bawah, 1 perut kanan bawah, 1 di paha kiri depan, 1 di punggung kiri, 1 di pinggul garis pertengahan.

- Luka tembak keluar: 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di punggung kiri sebelah dalam.

- Kondisi lain: sebelah kanan bawah garis pertengahan perut ditemukan kancing dan peluru sepanjang 13 mm, pada punggung kanan iga kedelapan teraba anak peluru di bawah kulit.

2. R. Soeprapto

Halaman
123
Penulis: Akira Tandika
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved