Berita Mojokerto
Danau Kering Karena Kemarau 'Disulap' Jadi Ladang Jagung
Kemarau panjang menyebabkan danau di Desa Brayublandong, Kabupaten Mojokerto, kering. Warga pun menyulapnya jadi ladang jagung
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | MOJOKERTO - Warga Desa Brayublandong, Ndawar, Kabupaten Mojokerto memanfaatkan danau yang kering akibat musim kemarau panjang sebagai tempat bercocok tanam. Mayoritas warga menanam jagung di sana.
Seperti terlihat Minggu (30/9) sore, sejumlah warga menyirami tanaman jagung yang ditanam di sana.
Air yang dipakai untuk menyiram, mereka angkut dari jarak sekitar 80 meter.
Warga membawanya dengan cara memikul. Mereka berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Tanah yang menjadi pijakan mereka retak, bangkai ikan juga terlihat berserakan. Danau itu surut akibat musim kemarau yang tak kunjung usai.
Bibit (50), warga setempat mengatakan, air danau surut sejakApril lalu. Sama seperti warga Desa Brayublandong, sia bersama suaminya Raji' (55) juga memanfaatkan surutnya air danau dengan menanam jagung. Ia menanam jagung di atas tanah seluas 1/4 hektare.
"Saya sudah mulai menanam sejak surutnya air danau sekira April. Kegiatan ini sudah menjadi kebiasaan warga ketika musim kemarau datang," ucapnya.
Baca: Koalisi Pendukung Prabowo-Sandi di Surabaya Gelar Nobar Film G30S/PKI
Baca: Malam Ini Warga Kediri Gelar Sarasehan dan Nonton Film G30S/PKI Bareng Kivlan Zein
Raji' menimpali, jagung hasil menanamnya tidak dijual, tetapi untuk pakan ternak.
Kemarau, menjadi berkah tersendiri baginya. Dengan begitu, ia dapat memangkas pengeluaran untuk membeli pakan ternak.
"Jagung itu untuk pakan ternak sapi dan kambing saya bukan dijual. Lumayan, bisa menghemat uang," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/danau-kering-ditanami-jagung_20180930_212505.jpg)