Pilpres 2019

Survei oleh Rizal Ramli: Jokowi Bisa Kalah Kalau Tak Reshuffle Mendag Enggartiasto Lukita

"Di setiap kunjungan saya ke daerah, kami selalu melakukan tanya jawab kepada rakyat, semacam survei," kata Rizal saat di Surabaya, Sabtu (29/9/2018).

Survei oleh Rizal Ramli: Jokowi Bisa Kalah Kalau Tak Reshuffle Mendag Enggartiasto Lukita
SURY.co.id/Bobby Koloway
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (29/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menyebut Calon Presiden Joko Widodo atas Calon Presiden, Prabowo Subianto, di dalam survei internalnya.

Berdasarkan penjelasannya, Jokowi untuk sementara memperoleh 40 persen, sedangkan Prabowo mendapat 30 persen.

"Di setiap kunjungan saya ke daerah, kami selalu melakukan tanya jawab kepada rakyat, semacam survei. Hasilnya, selisihnya masih 10 persen," kata Rizal ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (29/9/2018).

Namun, selisih tersebut bukan angka yang besar. Apalagi, prosentasi bagi seorang petahana yang kembali mencalonkan diri.

"Masih tujuh bulan lagi sampai April nanti (17 April 2019, hari pemungutan suara). Selain itu, masih ada 30 persen yang belum menentukan pilihan (swing Votters)," kata Rizal yang juga menteri di era Jokowi ini.

Di dalam kurun waktu tersebut, Prabowo bisa saja menyusul. "Prabowo bisa naik kalau timnya (tim pemenangan) kreatif," katanya.

Sebaliknya, elektabilitas Jokowi bisa saja menurun apabila tak banyak membuat banyak terobosan program baru. "Apalagi kalau banyak blunder. Pasti akan turun," ungkapnya.

Rizal Ramli menyebut dua hal yang bisa menurunkan elektabilitas Jokowi. Pertama, banyaknya program di bawah pemerintahan Jokowi yang tak jelas peruntukannya.

Misalnya, banyaknya program impor produk konsumsi. "Sekarang banyak impor daging hingga impor beras. Tujuannya ke siapa? Tidak jelas peruntukannya," kata Rizal yang juga pakar ekonomi.

Ia lantas menyoroti kinerja Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. Banyak program impor di bawah Kementerian Perdagangan yang justru tidak menguntungkan rakyat kecil.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved