Politik

Kader PKS Sukodono Mundur, PKS Jatim Belum Dapat Laporan dari PKS Sidoarjo

"Saya belum mendapatkan laporan dari Pak Anang (Ketua DPD PKS Sidoarjo) soal itu, mungkin kejadiannya barusan ya," kata Arif, Sabtu (29/9/3018).

Kader PKS Sukodono Mundur, PKS Jatim Belum Dapat Laporan dari PKS Sidoarjo
antara
Ratusan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera melakukan Apel Siaga Kader dan Simpatisan PKS di Lapangan Hertasning Makassar, Sulsel, Sabtu (22/2/2014). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua DPW PKS Jatim, Arif Hari Setiawan, mengaku tidak mengetahui terkait mundurnya seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, dari kepengurusan partai.

Arif mengatakan dirinya belum mendapatkan kabar ataupun laporan dari DPD PKS Sidoarjo terkait hal tersebut.

"Saya belum mendapatkan laporan dari Pak Anang (Anang Ma'ruf, Ketua DPD PKS Sidoarjo) soal itu, mungkin kejadiannya barusan ya," kata Arif, Sabtu (29/9/3018).

Dilansir Tribunnews.com Jumat (28/9/2018), pengunduran diri para pengurus tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh delapan orang pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Sukodono.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPC PKS Sukodono, Ahmad Mundzir membenarkan surat pengunduran diri pengurus PKS tersebut.

"Ya benar, per hari ini saya kirimkan surat pengunduran diri dari ketua DPC PKS Sukodono kepada ketua DPD PKS Kabupaten Sidoarjo," ujar Mundzir, Jumat (28/9/2018).

Mundzir mengatakan bahwa dirinya menolak untuk berbaiat ulang dan janji setia kepada PKS yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Menurut Mundzir, satu di antara nilai yang dipegang oleh para kader PKS adalah rasa saling percaya.

Dengan adanya baiat ulang dan janji setia menimbulkan rasa ketidakpercayaan dari struktur kepada kadernya.

Mundzir menerangkan hal ini melecehkan dan menyakiti para kader yang telah berjuang membangun PKS sejak awal hingga menjadi seperti sekarang ini.

"Di PKS semua kader berdasarkan trustworthy (saling percaya) dan dengan adanya janji setia ini menimbulkan rasa ketidakpercayaan struktur kepada kadernya dan ini seperti melecehkan dan menyakiti para kader dan masyaikh yang telah berjuang dari awal untuk membangun PKS sampai menjadi seperti saat ini," jelas Mundzir. (Sofyan Arif Candra Sakti)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved