Gempa Donggala

Pasien RSUD Bantaeng Berhamburan Keluar, sementara Pejabat Pemkot Makassar Terjebak di Hotel Palu

Gempa bumi mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dengan kekuatan 7,4 skala richter, Jumat (28/9) sore.

SURYA.co.id | MAKASSAR  ‑ Gempa bumi mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dengan kekuatan 7,4 skala richter, Jumat (28/9) sore.

Rupanya getaran gempa itu tidak hanya dirasakan di Sulawesi Tengah, tapi juga dirasakan di Kabupaten Bantaeng.

Bahkan getarannya membuat pasien yang berada di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng berhamburan.

Baca: BREAKING NEWS- Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,7 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah

Baca: Inilah Lima Video yang Menunjukkan Terjadinya Gempa di Donggala, Sulawesi Tengah

Mereka dievakuasi oleh keluarga bahkan dengan posisi selang infus yang masih terpasang di tangannya.

Ada juga pasien dievakuasi menggunakan kursi roda. Juga dibantu memegang cairan infus yang masih terpasang.

Mereka terlihat begitu panik, sehingga keluarga pasien juga menyelamatkan barang‑barang miliknya yang dibawa ke RS.

Pasien untuk sementara bertahan pada areal sekitar RS berlantai tujuh tersebut. Ada juga yang telah meninggalkan RS.

Baca: Ahmad Dhani Mangkir dari Panggilan Penyidik Polda Jatim Terkait Laporan Hate Speech

Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, Sultan menjelaskan bahwa akibat paniknya mereka lantaran getaran gempa yang begitu terasa oleh pasien.

Tetapi saat ini pasien dievakuasi ke bangunan RS lama yang juga masih berada tepat disebelah bangunan berlantai tujuh.

"Mereka untuk sementara kami evakuasi ke bangunan RS lama, ada juga dari mereka masih ada diluar ruangan karena panik," ujarnya. 

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved