Breaking News:

Rumah Politik Jatim

Sandiaga Uno Akan Sering Turun ke Jatim karena Termotivasi Hasil Survei LSI Denny JA

Sandiaga Uno mengatakan apapun hasil dari suatu lembaga survei akan menjadi suatu motivasi untuk bekerja lebih keras lagi kedepannya.

Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id/AHMAD ZAIMUL HAQ
Calon Wakil Presiden Republik Indonesia, Sandiaga Uno melakukan kampanye dengan bertemu emak-emak millenial di cafe Satu Atap, Kamis (27/9/2018). Dua isu utama yang dibawa pada pertemuan itu yaitu terkait lapangan pekerjaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Cawapres Sandiaga Uno memberikan komentar terkait hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang merilis dukungan Prabowo-Sandi dari Nahdlatul Ulama (NU) turun pascaIjtima Ulama 2.

Sandiaga Uno mengatakan apapun hasil dari suatu lembaga survei akan menjadi suatu motivasi untuk bekerja lebih keras lagi kedepannya.

"Kita berterimakasih, dan survei ini selalu memberikan kita semangat untuk bekerja lebih semangat lagi," kata Sandiaga Uno usai berkunjung ke Kantor PW Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal, Suraba, Kamis (27/9/2018).

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu juga mengatakan, bersama Prabowo dan para petinggi partai koalisi akan sering turun ke Jawa Timur. Itu karena Jawa Timur merupakan basis nahdliyin.

"Selama empat hari ini saya turun ke Jawa Timur dan tujuh bulan kedepan saya akan sering ada di Jawa Timur untuk memastikan pesan yang kami sampaikan agar ekonomi lebih kuat lagi, dan pemerintahan yang hadir kedepan akan lebih memperhatikan rakyat kecil," kata Sandiaga Uno.

Seperti diketahui, dari hasil survei LSI Denny JA tersebut menunjukkan bahwa dukungan dari NU terhadap Prabowo-Sandi turun pasca Ijtima ulama 2, sedangkan dukungan Jokowi-Ma'aruf Amin justru naik.

Pada Agustus 2018 dukungan warga NU kepada Prabowo-Sandi adalah 27 persen, namun pada bulan September atau setelah Ijtima Ulama 2 dukungan NU kepada mereka menjadi 26,1 persen.

Sedangkan Jokowi-Ma'aruf naik dari 54.7 persen pada bulan Agustus menjadi 55.5 persen. (Sofyan Arif Candra Sakti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved