Berita Madiun

PT INKA Produksi LRT Jabodebek Tanpa Masinis Pesanan PT KAI. Nilainya Rp 3,9 Triliun

PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun mendapat pesanan kereta Light Rail Transit (LRT) untuk Jabodebek. Pesanan itu nilainya tembus Rp 3,9 triliun.

PT INKA Produksi LRT Jabodebek Tanpa Masinis Pesanan PT KAI. Nilainya Rp 3,9 Triliun
surya/rahadian bagus priambodo
(dok) LRT Palembang yang diproduksi PT INKA (Persero) 

SURYA.co.id|MADIUN - PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun mendapat pesanan kereta Light Rail Transit (LRT)  untuk Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

PT INKA mendapat kontrak senilai Rp 3,9 triliun untuk membuat 31 trainset LRT.

Berbeda dengan LRT Palembang yang diproduksi PT INKA sebelumnya, ada pengembangan teknologi baru dalam LRT Jabodebek. Kereta pesanan PT KAI ini tidak akan menggunakan tenaga masinis atau driverless.

Hal itu disampaikan, Manajer Humas dan Protokoler Exiandri Bambang Primadani, saat ditemui Kamis (27/9/2018) siang. Untuk saat ini, PT INKA masih dalam proses pengadaan komponen dan material untuk pembuatan kereta LRT tanpa masinis.

"Saat ini masih dalam proses pengadaan komponen dan material. Kalau ditanya proses manufacturingnya belum, tapi proses untuk menggarap proyek itu sudah kami lakukan. Jadi mulai dari desain, desain kan harus kami aproved, jangan sampai nanti mulai proses ganti-ganti," katanya.

Dia menuturkan, selain perbedaan teknologi dengan LRT Palembang, desain dari LRT Jabodebek juga lebih disempurnakan. Setiap trainset dari LRT Jabodebek terdiri dari enam kereta, dan mampu melaju dengan kecepatan maksimal 100 km/jam.

"Ada sedikit penyempurnaan, lebih baik dari LRT yang kamu buat di Palembang. Ini termasuk jenis kereta medium speed, maksimal kecepatan bisa 100 km/jam, itu pun harus menyesuakian dengan track yang dibangun,"jelasnya.

Pembuatan kereta LRT tanpa masinis ini, merupakan komitmen dari sejumlah BUMN yang tergabung dalam konsorsium. Dalam proyek pengembangan kereta LRT Jabodebek, harus ada sebuah teknologi baru, sehingga ada peningkatan dibidang teknologi.

Pria yang akrab disapa Doni ini mengatakan, dalam proyek ini PT INKA menggandeng bebetapa vendor dari Eropa. Sedangkan untuk bahan baku atau material pembuatan kereta LRT Jabodebek, dioptimalkan dari dalam negeri.

"Kalau mengacu pada LRT Palembang yang kemarin, kandungan dalam negerinya baru bisa mencapai 40-45 persen. Mudah-mudahan dalam proyek LRT Jabodrbek ini bisa meningkat sampai 50 persen," jelasnya.

Dia menambahkan, apabila komponen dan material yanh dipesan sudah datang, diperkirkan akhir tahun 2018 sudah mulai dikerjakan, dan selesai pada tahun depan.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved