Rumah Politik Jatim

Pengamat Politik UINSA Meniilai Dukungan Yenny Wahid sebagai Anomali Politik

Menurut Abdul Chalik, di dari masa lalu, Yenny Wahid pernah menganggap Muhaimin Iskandar adalah seorang yang merampas PKB dari tangan Gus Dur.

Pengamat Politik UINSA Meniilai Dukungan Yenny Wahid sebagai Anomali Politik
SURYA.co.id/Aqwamit Torik
Dr Abdul Chalik, pengamat politik Islam dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat Politik Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Abdul Chalik menilai ada anomali politik saat Yenny Wahid dukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Rabu (26/9/2019) di Rumah Politik Perjuangan Gus Dur Jalan Kalibata, Jakarta, Yenny Wahid yang mewakili keluarga Gus Dur menyampaikan dukungan itu.

Menurut Abdul Chalik, dilihat dari masa lalu, Yenny Wahid pernah menganggap Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar adalah seorang yang merampas PKB dari tangan Gus Dur.

"Pilihan Mbak Yenny ke Jokowi-Maruf Amin adalah anomali. Itu sama saja dengan ingin membesarkan Cak Imin (Muhaimin Iskandar, red), musuh bebuyutan Mbak Yenny," jelas Abdul Chalik kepada TribunJatim.com (grup SURYA.co.id), Kamis (27/9/2018).

"Sementara, Cak Imin berpeluang untuk menjadi Capres atau Cawapres 2024, ketika Jokowi-Maruf sudah tidak ada peluang lagi," katanya.

Bahkan, wakil dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UINSA itu menambahkan pilihan Yenny Wahid saat ini sama saja dengan menelan kembali ucapan yang pernah dilontarkan.

"Itu sama saja dengan Mbak Yenny menelan ludah yang kadung terbuang. Bisa saja Mbak Yenny 'ada main' dengan Jokowi terkait posisi kabinet mendatang," duga Abdul Chalik. (Aqwamit Torik) 

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved