Berita Ekonomi Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Cover Biaya Operasi Atlet Judo Asian Games di Surabaya 

"Melalui program yang Kami sebut dengan Return To Work ini dapat membantu atlet kembali berprestasi pasca perawatan dan pemulihan."

SURYA.co.id |SURABAYA - Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sudah melakukan penandatanganan kerjasama terkait jaminan keselamatan para atlet dan official yang tampil dan terkait dalam kegiatan Asian Games 2018 lalu.

Dari hasil kerjasama itu, atlet dan official yang mengalami cidera selama latihan, pertandingan dan pasca Asian Games hingga tahun 2019 mendatang mendapat perlindungan total.

Seperti yang dialami atlet judo, Hevrilia Windawati, yang mengalami cidera lutut saat bertanding di semifinal melawan atlet Korea Selatan, Kim Seongyeon di babak eliminasi 16 pada 30 Agustus 2018 lalu.

"Lutut kirinya terputar dan tertindih oleh lawan hingga menyebabkan bunyi saat kejadian dan menyebabkan lututnya bengkak, tidak bisa menekuk dan harus menjalani operasi agar dapat beraktivitas kembali secara normal," jelas Jimmy Akbar, Deputu Director Commercial & Partnership KOI, di RS Husada Utama Surabaya, membesuk Hevrilia bersama pimpinan BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (27/9/2018).

Saat cidera pasca kejadian, Hevrilia mendapat penanganan awal di klinik KOI, kemudian saat diputuskan harus operasi, Hevrilia memilih untuk operasi di Surabaya, karena kedekatan dengan orang tua dan tempat tinggal.

"Dan BPJS Ketenagakerjaan tetap menanggung pengobatan Hevrilia hingga sembuh mendatang. Saya tidak menyangka BPJS Ketenagakerjaan maksimal dalam mengcover kinerja atlet," ungkap Jimmy yang datang didampingi atlet panahan, Diananda Choirunisa, yang juga salah satu duta Tim Indonesia sekaligus atlet panahan yang berhasil menyumbangkan Medali Perak pada Asian Games ke-18.

Direktur Perencanaan Stategis & TI BPJS Ketenagakerjaan, Sumarjono, mengakui bila seluruh atlet dalam Tim Indonesia ini terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan masih dalam masa perlindungan.

"Jadi walaupun Asian Games telah selesai, mereka akan tetap kami lindungi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Seperti Hevrilia yang telah menjalani operasi kemarin," jelas Sumarjono.

BPJS menanggung seluruh biaya pengobatannya sampai sembuh sesuai dengan Indikasi medis berapapun biayanya dan ini, lanjut Sumarjono, merupakan salah satu manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan

Disamping itu, pelayanan perawatan dan pengobatan kepada atlet tidak hanya dapat dilakukan di Jakarta. Namun dapat dilakukan di wilayah tempat yang terdekat dengan domisili para atlet dan official.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved