Breaking News:

Berita Sidoarjo

Antisipasi Banjir di Porong, PPLS Siapkan 3 Kolam Kapasitas 21.000 Meter Kubik, Solusi Lain begini

Banjir di kawasan Porong Sidoarjo menjadi langganan setiap musim hujan. Termasuk di jalan raya yang merupakan akses utama penghubung Sidoarjo.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
surya/m taufik
Foto ilustrasi: Pengendara sepeda motor yang harus mendorong motornya karena mogok gara-gara memaksa menerobos banjir di Jalan Raya Porong, Jumat (16/2/2018) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Banjir di kawasan Porong Sidoarjo menjadi langganan setiap musim hujan. Termasuk di jalan raya yang merupakan akses utama penghubung Sidoarjo dengan sejumlah daerah di wilayah selatan.

Menjelang musim penghujan, sejumlah pihak telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasinya.

Di antaranya pembangunan kolam tampung air di sebelah utara tol buntung.

"Ada tiga kolam yang disiapkan. Kapasitasnya mencapai sekitar 21.000 meter kubik," ungkap Hengki Listria Adi, Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS).

Menurutnya, kolam tampung itu sengaja dibangun untuk mengatasi perosalan banjir di Porong yang biasa terjadi setiap tahun.

Dijelaskan dia, kolam tersebut berfungsi menampung air hujan dan sungai Ketapang. Jika biasanya banjir di jalan Porong akibat luberan dari sungai Ketapang, dengan kolam ini diharapkan tidak lagi.

Untuk menaikkan air luberan itu ke kolam, PPLS juga menyiapkan tiga pompa air. Demikian halnya untuk mengatasi banjir akibat luberan drainase yang berada di sebelah tanggul, pihaknya juga melakukan normalisasi saluran air.

"Dengan normalisasi, daya tampung drainase lebih besar. Tak hanya tentang banjir, drainase juga berfungsi sebagai tempat penampungan lumpur. Antisipasi jika lumpur meluap," paparnya.

Diuraikannya, pekerjaan peninggian tanggul dari Desa Ketapang hingga Mindi sudah berjalan. Dari sebelumnya ketinggian 10 meter, dinaikkan menjadi 11 meter.

Tak hanya itu, masih kata Hengki, PPLS juga menyiapkan 6 kapal keruk yang berfungsi mempercepat aliran lumpur. Kapal-kapal keruk itu disiapkan di dua titik, sebelah timur dan barat tanggul.

Di pihak lain, Dinas PUPR Sidoarjo juga mewaspadai potensi banjir di Porong. Dalam antisipasinya, menjelang musim penghujan ini PUPR membangun rumah pompa di Sungai Keruangan.

"Itu untuk mengurangi debit air di Sungai Ketapang, yang ketika musim hujan biasanya meluber ke jalan," ungkap Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan.

Selain itu, pihaknya juga berupaya melakukan normalisasi Sungai Porong. Tepatnya sungai di wilayah Wunut hingga Ketapang.

Dengan normalisasi, daya tampung sungai bisa lebih besar. "Sehingga mengurangi potensi terjadinya banjir," lanjutnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved