Berita Kediri

Paguyuban Disabilitas Kabupaten Kediri, Tetap Semangat Bikin Usaha Produktif di Tengah Keterbatasan

Penyandang disabilitas yang tergabung dalam PDKK juga terus berupaya produktif di tengah keterbatasan yang dimiliki.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
surya/didik mashudi
Umi Salamah, Ketua Paguyuban Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK) memperlihatkan sejumlah hasil karya penyandang disabilitas. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Meski memiliki keterbatasan bukan menjadi halangan bagi penyandang disabilitas untuk tetap produktif.

Bahkan, dengan keterbatasannya, mereka yang tergabung dalam Paguyuban Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK) mampu membuat usaha yang produktif dan berdaya saing.

Ketua PDKK Umi Salamah memperlihatkan sejumlah hasil karya penyandang disabilitas yang menjadi anggotanya.

Banyak karya hasil kerajinan buatan tangan mereka yang telah dihasilkan.

Beberapa di antaranya seperti boneka songket, ukiran kayu, bordir, alat rumah tangga hingga makanan olahan.

Penyandang disabilitas yang tergabung dalam PDKK juga terus berupaya produktif di tengah keterbatasan yang dimiliki.

Malah berkat keuletan anggotanya, produk boneka songket yang sepenuhnya dikerjakan dengan tangan banyak peminatnya.

Boneka songket ini dibuat dengan branding pembuatnya Siti Handmade.

Karena kualitasnya yang bagus banyak dipesan di arena Asian Games 2018 beberapa waktu lalu.

Umi Salamah menjelaskan, kerajinan songket dan gantungan kunci buatan warga disabilitas dikerjakan dengan tangan sehingga hasilnya lebih berkualitas.

"Produk songket ini murni buatan tangan. Ada sekitar 500 pices songket dengan ukuran agak besar dipesan untuk dipasarkan di ajang Asian Games," jelasnya.

Ada juga kerajinan batik dan kerudung, juga kerajinan bros dan manik-manik untuk aksesoris pakaian karya warga disabilitas.

Sementara Yayan, anggota PDKK yang menggunakan kursi roda untuk aktivitas keseharian, mampu menghasilkan karya kaos sablon yang sangat kreatif.

"Mas Yayan ini mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan saat berangkat kuliah. Namun sekarang mampu bangkit dan berkarya," ungkap Umi Salamah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved