Kampus Universitas Airlangga

Mahasiswa Universitas Airlangga Buat Kartu Gigi Ibu dan Anak Sehat, Inovasi Kota Surabaya

Dari data yang mereka kumpulkan ternyata hanya 9 ibu hamil dari 424 ibu hamil melakukan perawatan di poli gigi Puskesmas.

Mahasiswa Universitas Airlangga Buat Kartu Gigi Ibu dan Anak Sehat, Inovasi Kota Surabaya
surya.co.id/sulvi sofiana
INOVASI - Mahasiswa mensosialisasikan pemakaian kartu Giat di Puskesmas Mulyorejo, Selasa (25/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Karies gigi menjadi masalah yang banyak ditemui di masyarakat.Hal ini juga menjadi temuan sekelompok mahasiswa Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga di wilayah Puskesmas Mulyorejo pada Agustus-September 2018.

Dari data yang mereka kumpulkan ternyata hanya 9 ibu hamil dari 424 ibu hamil melakukan perawatan di poli gigi Puskesmas.

“Bersama dengan pimpinan dan dokter gigi Puskesmas Mulyorejo, kami merancang sebuah media pemandu ibu sejak masa kehamilan, agar dapat memantau secara mandiri kondisi kesehatan gigi dan mulutnya, sekaligus anaknya kelak,” Papar Amalia Wimarizky, ketua tim kelompok PKL Mulyorejo.

Media dalam bentuk kartu tersebut dinamakan kartu Gigi Ibu Anak Sehat (Giat). Kartu ini kemudian disisipkan pada buku Kesehatan Ibu Anak.

Sehingga memudahkan tenaga medik terkait dapat dengan mudah melakukan pemeriksaan dan pencatatan kesehatan gigi dan mulut.

“Kartu Giat ini, didesain untuk dapat digunakan sebagai media pencatatan gangguan kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan, khususnya pada kasus gingivitis pada masa kehamilan,” urainya.

Kartu ini juga dilengkapi dengan tabel, grafik, dan kolom sederhana khas kartu menuju sehat, kartu Giat ni dapat diisi dengan mudah untuk para ibu hamil dan kader.

Di sisi lain, pihak Dinas Kesehatan Kota Surabaya juga memiliki concern yang sama dengan rencana inovatif para mahasiswa ini.

Drg Fabia Yustiaputri, dokter gigi Puskesmas Mulyorejo turut memberikan apresiasinya atas program mahasiswa ini.

“Puskesmas di Kota Surabaya di tahun depan memang ditarget untuk dapat memiliki alat atau media untuk mencatat kesehatan gigi sejak masa hamil, semacam kartu menuju sehat, namun versi gigi dan mulut,” terangnya.

Ia mengungkapkan setelah para mahasiswa menunjukkan kartu Giat ini, sekaligus dicobakan pada para ibu hamil dan kader, ternyata sesuai dengan harapan kami sebagai pelaksana medik di Puskesmas.

“Ada alat bantu serupa dengan kartu menuju sehat yang memang dibutuhkan oleh kami,”ungkapnya.

Drg Gilang Rasuna Sabdho Wening, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat (IKGM) FKG Unair mengungkapkan Kartu Giat ini saat ini sedang dalam tahapan pengembangan.

Pengembangan ini dikatakannya menuju penciptaan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) Kota Surabaya, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

“Berikutnya kartu Giat ini akan disosialisasikan di wilayah Ketabang, dan beberapa wilayah lain di Kota Surabaya. Ini berkat inovasi para anak didik kami di lapangan,” ungkapnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved