Berita Tulungagung

Tenaga NonPNS di Tulungagung Gelar Doa Bersama Agar Bisa Diangkat CPNS Tanpa Batasan Usia

Ratusan tenaga honorer di Tulungagung menggelar doa bersama dan memohon agar mereka dapat diangkat CPNS tanpa batasan umur.

Tenaga NonPNS di Tulungagung Gelar Doa Bersama Agar Bisa Diangkat CPNS Tanpa Batasan Usia
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Istigosah tenaga NonPNS Kabupaten Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sekitar 160 tenaga honorer, pegawai tidak tetap nonPNS, pegawai tetap nonPNS, dan tenaga kontrak di Tulungagung menggelar istigosah, Senin (24/9/2018) malam di Masjid Jami Almunawar.

Mereka memohon kepada Tuhan, agar perjuangan mereka membuahkan hasil.

Doa bersama ini untuk mendukung upaya DPR RI yang akan bersidang besok.

"Kami mendoakan upaya DPR RI memperjuangkan tenaga non PNS ini bisa membuahkan hasil," terang Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (DPD KN ASN) Kabupaten Tulungagung, Lilis Setyorini.

Istigosah ini dipimpin oleh Ustaz Qudory, S.Ag. Para aparatur Pemkab Tulungagung berstatus nonPNS ini mengeluhkan pengangkatan CPNS saat ini.

Sebab jika tetap mengacu pada Undang-undang ASN, maka banyak di antara mereka yang tidak bisa mendaftar rekrutmen CPNS.

Sebab banyak di antara mereka yang sudah mengabdi belasan tahun, sehingga melewati batas usia 35 tahun.

"Kami berharap bisa diangkat langsung tanpa batasan usia," tambah Lilis.

DPD KN ASN Tulungagung tidak akan menggelar aksi massa.

Namun para anggotanya menunggu instruksi organisasi pusat, yang mencermati hasil sidang DPR RI dan tiga menteri terkait.

"Sebelumnya pemerintah daerah juga mendukung kami, dengan mengirimkan surat dukungan resmi ke DPR RI dan Presiden," pungkas Lilis.

Sebelumnya para guru honorer juga meluapkan protesnya terhadap rekrutmen CPNS 2018.

Sebab proses rekrutmen ini dinilai tidak memihak kepada para guru honorer yang sudah mengabdi belasan tahun.

Rencananya mereka akan menggelar aksi besar-besaran besok, Selasa (25/9/2018).

Namun aksi ini terancan gagal, karena para kepala sekolah mengintimidasi para guru honorer. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved