Berita Pendidikan Surabaya

Hingga 3 Bulan BOS Belum Cair, Sekolah Gunakan Dana Talangan dan Siap Kebut Laporan

Kepala SMPN 28 Surabaya Triworo Parnoningrum menuturkan administratif sekolah pihaknya harus bekerja ekstra dalam mempersiapkan laporan BOS.

Hingga 3 Bulan BOS Belum Cair, Sekolah Gunakan Dana Talangan dan Siap Kebut Laporan
surya/pramudito
Siswa SMPN 28 Surabaya sedang melakukan penyiraman tanaman menggunakan air dari limbah cucian makanan dan minuman kantin serta bekas air wudu.

SURYA.co.id | SURABAYA – Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Triwulan pada minggu terakhir bulan September menjadi tugas tersendiri oleh sekolah. Pasalnya triwulan ketiga sudah dua bulan berjalan , sehingga sekolah harus segera mengejar laporan BOS di akhir triwulan.

Kepala SMPN 28 Surabaya Triworo Parnoningrum menuturkan untuk masalah administratif sekolah pihaknya harus bekerja ekstra dalam mempersiapkan laporan BOS. Sebab hingga saat ini belum dilakukan pencairan dana BOS. Sehingga waktunya terbatas dalam pembuatan pelaporan.

“Mau nggak mau kita harus kejar semalaman ya kalau pencairannya mepet,” ungkapnya, Senin (24/9/2018).

Ia pun belum mendengar sosialisasi pencairan dana BOS. Selama tiga bulan ini untuk dana operasional sekolah pihaknya mengaku jika menggunakan dana talangan, yang dipinjam dari koperasi sekolah. Selain itu, pihaknya juga menggunakan dana BOPDA.

“Kami kan sudah terima dari dana BOPDA. Jadi untuk sementara itu yang digunakan. Untuk aktifitas atau operasional sekolah sementara kami gunakan dana BOPDA. Tapi terkadang juga meminjam dari koperasi,” tuturnya.

Sementara Kepala SMK Dr Soetomo, Juliantono pencairan dana BOS diperkirakan masuk di rekening sekolahnya pada Senin (24/9/2018). Meskipun pencairan dana BOS di minggu terakhir bulan September, Juliantono mengungkapkan bahwa hal tersebut bukanlah menjadi masalah yang besar.

“Ya, pinter-pintere sekolah aja yang ngatur. Biasanya kan dicadangkan. Kalau swasta seperti kami sementara untuk dana operasional dapat dari siswa baru. Selain itu juga ada SPP,” ungkapnya.

Di SMK Dr Soetomo sendiri akan menerima dana BOS sebesar Rp370 juta. Jumlah tersebut berdasar pada data siswa yang tercatat dalam Dapodik yaitu 1.340 siswa.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved