Berita Pamekasan Madura

Daerahnya Disebut Masuk 5 Besar Kemiskinan di Jatim, begini Respons Bupati Pamekasan Badrut Tamam

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, berkomitmen untuk mengurangi angka kemiskinan di daerahnya.

Daerahnya Disebut Masuk 5 Besar Kemiskinan di Jatim, begini Respons Bupati Pamekasan Badrut Tamam
surya.co.id/ahamad zaimul haq
PELANTIKAN SERENTAK - Pelatikan 12 kepala daerah terpilih di Pilkada serentak Jatim 2018, di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (24/9/2018). Bupati Pamekasan Badrut Tamam salah satu di antara kepala daerah yang dilantik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, berkomitmen untuk mengurangi angka kemiskinan di daerahnya. Badrut menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah solusi untuk mengatasi masalah klasik tersebut.

"Pengentasan kemiskinan di Pamekasan tak bisa serta merta diselesaikan dalam 1-2 bulan kedepan. Sebab, kami akan mulai dari pangkal masalahnya," kata Badrut ketika ditemui pasca pelantikan sebagai Bupati di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/9/2018).

Pamekasan menjadi salah satu penyumbang angka kemiskinan terbesar di Jawa Timur. Mengutip kajian yang dilakukan Bappenas tahun 2016, menujukkan bahwa Pamekasan merupakan salah satu di antara lima Kabupaten di Jawa Timur dengan problem kemiskinan terparah.

Empat Kabupaten lainnya adalah Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Probolinggo.

"Mau tidak mau, fakta inilah yang sedang kita hadapi," kata Badrut.

Besarnya angka kemiskinan di Pamekasan disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, rendahnya penyerapan tenaga kerja sehingga membuat angka pengangguran meningkat.

Hal ini disebabkan karena tak adanya lapangan kerja. Kemudian, diperparah dengan lemahnya daya saing angkatan kerja di Pamekasan. Mengutip data, mayoritas lulusan masyarakat di Pamekasan yang merupakan lulusan SD.

Oleh karenanya, satu di antara upaya mengurangi kemiskinan ini dengan menciptakan lapangan kerja. Satu di antara 17 program unggulan Badrut adalah dengan menciptakan 10 ribu wirausaha baru berbasis potensi desa selama lima tahun menjabat.

"Sehingga, kami menargetkan dapat mencetak dua ribu wirausaha pertahun. Masing-masing desa, bisa mencapai 10-15 kelompok yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan," paparnya.

Apabila tiap kelompok dapat menyerap lima tenaga kerja, maka dalam setahun bisa mencapai 10 ribu tenaga kerja yang terserap. Dalam lima tahun, diharapkan dapat mencapai 50 ribu tenaga kerja.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved