Berita Blitar
Warga Blitar Harus Waspadi Penyebaran Demam Berdarah Jelang Musim Hujan
Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman bagi masyarakat Kota Blitar.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | BLITAR - Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman bagi masyarakat Kota Blitar. Apalagi memasuki musim hujan, biasanya jumlah kasus DBD cenderung meningkat.
"Sebentar lagi musim hujan, masyarakat harus waspada dengan penyebaran penyakit DBD. Biasanya saat musim hujan jumlah kasus DBD naik," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Blitar, Harni Setijorini, Minggu (23/9/2018).
Data dari Dinkes Kota Blitar mencatat sepanjang Januari-Agustus 2018 sudah ada 97 kasus DBD. Jumlah kasus DBD itu memang turun dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2016 ada 263 kasus DBD dan pada 2017 terdapat 104 kasus DBD.
Harni berharap jumlah kasus DBD pada tahun ini tidak bertambah lagi. Kalaupun bertambah, dia berharap jumlahnya tidak sebanyak pada 2017.
"Jumlah kasusnya cenderung turun selama tiga tahun ini. Mudah-mudahan tahun ini jumlah kasusnya tidak bertambah lagi," ujarnya.
Harni mengakui Kota Blitar termasuk wilayah endemis penyakit DBD. Hampir semua kelurahan di Kota Blitar endemis penyakit DBD. Tiap tahun, selalu ditemukan penyakit DBD hampir di semua kelurahan di Kota Blitar.
"Dari 21 kelurahan di Kota Blitar, hanya dua kelurahan yang tidak endemis DBD. Yakni Kelurahan Tlumpu dan Karangsari. Lainnya, tiap tahun selalu ditemukan kasus DBD," katanya.
Kasus DBD di dua kelurahan yang tidak termasuk endemis itu tergolong sporadis. Sebab, tiap tahun, tidak selalu ditemukan kasus DBD di dua kelurahan itu.
Sedangkan jumlah kasus DBD paling tinggi berada di Kecamatan Sananwetan. Pada Januari-Agustus 2018 ini, sudah ada 45 kasus DBD di Kecamatan Sananwetan. Kemudian disusul Kecamatan Sukorejo sebanyak 22 kasus DBD dan Kecamatan Kepanjenkidul ada 20 kasus DBD.
"Kalau kelurhan yang paling tinggi kasus DBD ada di Kelurahan Bendogerit juga termasuk wilayah Kecamatan Sananwetan," katanya.
Dalam waktu dekat ini, kata Harni, Dinkes akan mengadakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Gerakan pembarantasan sarang nyamuk ini untuk mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. Sesuai rencana, gerakan pemberantasan sarang nyamuk akan dipusatkan di Kelurahan Pakunden.
"Rencananya gerakan pemberantasan sarang nyamuk kami adakan pada Oktober 2018. Perkiraan pada bulan itu mulai memasuki musim hujan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-demam-berdarah-dengue_20171012_172410.jpg)