Single Focus

Gaya Hidup Sehat: Verawaty dari Clean Eating hingga Diet Keto, Awal Nggak Enak Lama - lama Biasa

"Akhirnya saya menerapkan diet clean eating. Yaitu makan makanan sehat, nggak pakai proses food atau makanan olahan," Verawaty Budiyanto.

Gaya Hidup Sehat: Verawaty dari Clean Eating hingga Diet Keto, Awal Nggak Enak Lama - lama Biasa
surya.co.id/sulvi sofiana
Verawaty Budiyanto mencoba makanan sehat yang dibuatnya sebagai bagian diet keto yang dijalaninya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gaya hidup masyarakat saat ini kerap menyita waktu, sehingga tidak bisa menerapkan hidup secara sehat. Waktu untuk olahraga kerap terbatas, di sisi lain produsen makanan sehat juga masih terbatas.

Kondisi ini dialami Verawaty Budiyanto (39), saat masih kuliah 2009 silam. Ia yang saat itu masih kuliahmengaku, merasakan kenaikan berat badan signifikan karena gaya hidupnya yang tidak sehat.
Kenaikan berat badan itu, diakui Verawaty, mulai mengganggu.

Ia mulai kesulitan setiap bangun tidur. Pasalnya, berat badannya dari sekitar 75 kilogram (kg), sudah menjadi 86 kg.

"Akhirnya saya menerapkan diet clean eating. Yaitu makan makanan sehat, nggak pakai proses food atau makanan olahan," tuturnya, kemarin.

Wanita yang kini tinggal di Citraland ini mencoba menyiapkan makanan sendiri setiap harinya. Ia mengungkapkan, sempat kerepotan harus menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan makanan sendiri.

"Kemana-mana bawa makanan sendiri, banyak rebusan, tahu, sayur dan kentang. Saya juga minim garam dan gula, awalnya ya nggak enak tetapi lama-lama sudah bisa," papar Verawaty.

Dengan diet clean eating ini, ia mengurangi konsumsi lemak. Dengan bahan makanan dan pengolahan sederhana, ia berhasil menurunkan berat badan hingga 22 kg.

"Pola makan sehat ini kebawa. Setelah delapan tahun umur sudah beda saya nyoba diet lagi dan olahraga. Tetapi kalau dulu nggak ada kegiatan kerja, sekarang sambil kerja ternyata nggak efektif," kata Owner Urban Athletes ini.

Diet dengan makan-makanan sehat, namun pola berbeda mulai ia coba. Yaitu, diet keto, mengurangi karbohidrat.

"Saya sempat sibuk empat tahun dan ngurusin anak. Kolesterol naik juga, sudah lama nggak olah raga maksimal. Akhirnya nyoba diet ini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved