Berita Surabaya

Cetuskan Ide Teh Untuk Diabetes, Mahasiswa Keperawatan Unair Raih Medali Emas di Tiongkok

Empat mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga berinovasi dengan memanfaatkan kulit ari buah semangka

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya/istimewa
Mahasiswa Fakuktas Keperawatan usai meraih gold medal dan special Award Negara Thailand dalam ajang 10th International Exhibition of Inventions and The 3rd World Invention and Innovation Forum (IEI & WIIF 2018) di Foshan Tiongkok. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Diabetes masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia.

Penyakit yang diakibatkan naiknya gula darah dalam tubuh ini tak jarang membutuhkan pengobatan yang serius.

Untuk itu, empat mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga berinovasi dengan memanfaatkan kulit ari buah semangka dan kelopak bunga rosella.

Keempat mahasiswa itu adalah Novia Tri Handika (20), Indriani Dwi Wulandari (20), Nurul Hidayati (20) dan Neisya Pratiwindya Sudarsiwi (20).

Mereka membuat sari dari bahan-bahan tersebut sebagai teh terapeutik sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

Merekapun berhasil meraih gold medal dan special Award Negara Thailand dalam ajang 10th International Exhibition of Inventions and The 3rd World Invention and Innovation Forum (IEI & WIIF 2018) di Foshan, Tiongkok, bulan ini dengan inovasi buatan mereka.

"Sari buah ini kami buat Albedo Romin Tea, memanfaatkan kandungan utama Albedo atau biasa disebut kulit ari semangka yang membantu proses produksi insulin pada hati yang membantu menurunkan kadar gula dalam darah," urai Novia pada SURYA.co.id, Sabtu (22/9/2018).

Selain itu, ia menambahkan, penambahan kelopak bunga rosella memiliki kandungan flavonoid mampu bekerja sebagai anti radikal bebas, membantu memperbaiki kinerja sel beta pankreas sebagai produsen insulin tubuh.

Sementara daun melati diberikan sebagai efek relaksasi dengan menambahkan baunya pada teh.

"Inovasi ini rencananya akan dilakukan pengkajian pra-klinis melalui hewan coba mencit. Semoga mampu meloloskan produk kami untuk dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes dan dipatenkan," ungkapnya.

Terkait prestasi yang diraih mahasiswanya, Setho Hadiyusmana, dosen pembimbing tim mengungkapkan lomba yang diikuti mahasiswanya merupakan lomba inovasi.

Sehingga masih berupa ide yang masih membutuhkan praktek dan penelitian lebih lanjut.

"Untuk menuju penggunaan yang aman untuk penderita Diabetes Melitus masih ada beberapa tahapan lagi. Tetapi para mahasiswa ini telah mampu menunjukkan prestasinya dalam menghadapi daya saing mahasiswa di kancah global,” tambahnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved