Breaking News:

Berita Jember

Bupati Jember Bagikan 'Pil Anti Galau' Perihal Tambang Emas ke Warga Silo

Bupati Jember membagikan 'pil anti galau' ke masyarakat Kecamatan Silo. Apa maksudnya istilah itu?

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Bupati Jember saat bertemu warga kecamatan Silo dan membicarakan perihal tambang emas yang ditolak warga. 

SURYA.co.id | JEMBER - Bupati Jember, Faida, membagikan 'pil anti galau' kepada masyarakat Kecamatan Silo, Jumat (21/9/2018). Istilah pil anti galau ini dilontarkan Faida di hadapan masyarakat Silo di Pendopo Kecamatan Silo.

Pil anti galau yang dimaksud Faida terkait tambang emas yang belakangan muncul di Kecamatan Silo. Faida menyampaikan hasil pertemuannya dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignasius Jonan.

Faida menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan aspirasi masyarakat Silo yang menolak keberadaan tambang emas di Blok Silo.

"Ibu, bapak tidak usah galau. Saya sore ini kesini membawa pil anti galau. Terkait soal tambang, selama Presiden masih Bapak Jokowi, tidak akan ada tambang di Silo. Saya sudah menyampaikan aspirasi ibu dan bapak ke Menteri, juga Presiden. Bahwa masyarakat Silo tidak menghendaki keberadaan tambang," ujar Faida.

Baca: Polres Bangkalan Tembak Mati Buronan Pelaku Begal Motor yang Meresahkan Warga

Baca: Penambangan Emas Ilegal di Gunung Manggar Jember Masih Berlangsung

Ia menegaskan lampiran 4 di Keputusan Menteri ESDM yang menyebut izin eksplorasi tambang emas di Blok Silo, Jember bakal dicabut.

"Ada 10 usulan dari 10 provinsi terkait tambang. Kami tidak ada urusan dengan daerah lain. Kami berkepentingan dengan Jember, dengan Silo yang ada di lampiran 4. Atas keberatan dan penolakan warga, maka Pak Menteri memperhatikan itu dan akan mencabut lampiran 4 itu," tegasnya.

Kepada masyarakat Silo, Faida menceritakan, keluarkan SK Menteri tentang izin tambang itu berdasarkan usulan dari Pemprov bukan dari Pemkab Jember. Usulan itu dari Dinas ESDM Provinsi Jatim tahun 2016 yang berisi pemetaan tambang di Jatim, salah satunya tambang Blok Silo.

Ia menegaskan izin itu masih tahap izin eksplorasi. Izin itu tidak akan berlanjut ke tahap selanjutnya jika tidak ada lelang penambangan dari Pemprov Jatim.

"Tetapi jika sebelum itu ada kegiatan penambangan, maka itu tambang ilegal. Namun karena ada penolakan dari warga. Tentunya kami akan menyampaikan juga ke Gubernur supaya ada usulan pencabutan atas usulan tambang sebelumnya," imbuh Faida.

Baca: 4 Begal yang Ditangkap Polres Jember Diduga Juga Kerap Memperkosa Korbannya

Karena dirinya telah memenuhi keinginan masyarakat Silo, Faida berharap masyarakat Silo turut menjaga ketertiban dan kondusifitas wilayah.

Penyampaian hasil pertemuan antara Bupati Jember dan Menteri ESDM di kantor Kecamatan Silo itu juga dihadiri oleh jajaran Polres Jember dan Kodim Jember, serta seluruh kepala desa dj Kecamatan Silo.

Seperti diberitakan sebelumnya, muncul SK Menteri ESDM terkait izin eksplorasi tambang emas Blok Silo di Kecamatan Silo, Jember. Warga pun bereaksi dengan menolaknya.

Bupati Faida meneruskan aspirasi masyarakat itu langsung kepada Kementerian ESDM. Uni

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved