Sambang Kampung

Warga Kampung Simokerto Wujudkan Impian Kampung Warna-warni

Memiliki kampung di bantaran sungai membuat warga kampung Kedung Sroko, RW 9 Kelurahan Pacar Keling, Surabaya, mengidamkan kampung warna-warni

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Bantaran sungai di kawasan Kampung Sroko tampak bersih dan penuh bunga serta berwarna-warni. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memiliki kampung di bantaran sungai membuat warga kampung Kedung Sroko, RW 9 Kelurahan Pacar Keling,  Surabaya, mengidamkan kampung warna-warni layaknya kampung di Kota Malang.  

Namun, dua tahun lalu, impian itu sangat sulit diwujudkan. Sebab, bantaran sungai di kampung ini digunakan sebagai rumah oleh warga asli dan pendatang.

Sehingga, memberikan kesan kumuh di kampung yang memiliki gang-gang sekitar satu meter ini. 

Wakil Ketua RW 9, Sukohar (55) mengungkapkan, setelah pihak kelurahan dan kecamatan memeriksa, rumah-rumah semi permanen itu kemudian dibongkar. 

Baca: Sukohar Tularkan Hobi Bikin Produk Daur Ulang dari Koran Bekas untuk Lampu Hias

Penghuninya yang warga asli Kota Surabaya dipindah ke rusun Sememi, sementara pendatang diminta kembali ke daerah asalnya. 

“Setelah dibongkar, kami bisa memulai memelihara lingkungan. Dan, mendapat berbagai juara terkait lingkungan. Mulai juara penghijauan, bantaran sungai hingga kebersihan lingkungan,” urai Sukohar, ketika ditemui Rabu (19/9).  

Selain menerapkan kedisiplinan tidak membuang sampah ke sungai, ia menambahkan, warga rela secara swadaya membeli pot dan tanaman yang dijadikan tanaman hijau di depan rumah. 

“Jalanan kami sudah paving, nggak bisa nanam ditanah maka kami beli pot-pot besar,” terangnya. 

Impian warga memiliki kampung dengan ikon yang dikenal mulai terwujud, saat mendapat bantuan cat dan binaan dari lembaga sosial masyarakat.  

Warga di lima RT secara gotong royong setiap malam, selama seminggu, mengecat jalanan dan tembok rumah. 

“Anak karang taruna dan bapak-bapak ikut mengerjakan. Bahkan, sampai turun ke sungai untuk mempercantik dinding sungai. Rencana akan diadakan pengecatan ulang karena saat ini belum menyeluruh,” papar Sukohar. 

Sementara, Achmayudi (50), warga kampung mengungkapkan, kekompakan warga dalam penghijauan membuatnya semakin giat menanam tanaman hijau, seperti rempah dan sayur.

Ia bahkan berencana menanam sayur terong di lahan kosong miliknya. 

“Kalau nanti semua bisa menanam sayur dan merawat sendiri pasti lebih sehat. Kalau ada tamu juga nggak malu karena kampung kami sekrang bersih,” ujar Achmayudi. 

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved