Sambang Kampung

Warga Kampung Kedung Sroko Bikin Produk Sabun dari Minyak Bekas

Warga kampung Kedung Sroko secara bertahap mulai merintis pembuatan produk sebagai ciri khas kampung Kedung Sroko.

Warga Kampung Kedung Sroko Bikin Produk Sabun dari Minyak Bekas
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Bantaran sungai di kawasan Kampung Sroko tampak bersih dan penuh bunga serta berwarna-warni. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga kampung Kedung Sroko secara bertahap mulai merintis pembuatan produk sebagai ciri khas kampung Kedung Sroko

Hal itu untuk melengkapi kampung warna-warni sebagai destinasi kunjungan warga lain, bahkan wisatawan luar kota.

Oemi Koestina (52), Ketua RW 9 mengungkapkan, selama ini kader dan ibu PKK secara aktif menjadi perwakilan untuk mengikuti pelatihan d kelurahan.

Mulai pelatihan kesehatan, ketrampilan hingga produksi. 

“Nanti satu wakil itu menularkan ilmunya pada warga lain. Biasanya ke ibu-ibu, karena banyak yang kerja, biasanya kumpul malam hari,” urai Oemi. 

Baca: Warga Kampung Simokerto Wujudkan Impian Kampung Warna-warni

Baca: Sukohar Tularkan Hobi Bikin Produk Daur Ulang dari Koran Bekas untuk Lampu Hias

Tak melulu di balai RW, warga kerap berkumpul di depan rumah Oemi yang memiliki ukuran gang paling besar. 

Rencananya, warga akan kembali mengikuti pelatihan pembuatan sabun dari minyak bekas di perusahaan. 

“Nanti dibuat sabun cuci cair begitu, jadi bisa diproduksi skala rumahan, sebagian produk khas kampung kami. Semua masih bertahap,” katanya.

Memiliki kampung di bantaran sungai membuat warga kampung Kedung Sroko, RW 9 Kelurahan Pacar Keling,  Surabaya, mengidamkan kampung warna-warni layaknya kampung di Kota Malang.  

Namun, dua tahun lalu, impian itu sangat sulit diwujudkan. Sebab, bantaran sungai di kampung ini digunakan sebagai rumah oleh warga asli dan pendatang.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved