Berita Lamongan

Tani Jago Lamongan Masuk TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik, Sukses Jadi Contoh Pertanian Jagung Modern

Inovasi pelayanan publik Pemkab Lamongan melalui Pertanian Jagung Modern (Tani Jago) masuk jajaran elit TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Tani Jago Lamongan Masuk TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik, Sukses Jadi Contoh Pertanian Jagung Modern
SURYAOnline/hanif mansyuri
Bupati Lamongan, Fadeli (tengah berkopyah) menerima penghargaan dari Menteri Pendayagaunaan Aparatur Sipil Negara  dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafrudin di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu  (19/9/2018) malam.    

SURYA.co.id | LAMONGAN - Inovasi pelayanan publik Pemkab Lamongan melalui Pertanian Jagung Modern (Tani Jago) dinilai layak masuk jajaran elit TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Atas inovasi itu, Bupati Fadeli menerima penghargaan dari Menteri Pendayagaunaan Aparatur Sipil Negara  dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafrudiin di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu malam (19/9/2018).

 “Menjadi kewajiban kami, pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pelayanan publik, termasuk Inovasi Tani Jago ini, " kata Fadeli. 

Fadeli berharap dengan masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, bisa menjadi motivasi untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Lamongan

Menurutnya, inovasi pada kegiatan pelayanan publik yang langsung mengena pada kebutuhan masyarakat menjadi objek utama

Inovasi Tani Jago itu didasari keinginan untuk membangun daulat jagung dari daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengubah mindset petani yang sebelumnya ajeg dengan pertanian konvensional menjadi tantangan tersendiri.

Sehingga harus diawali dengan memberikan contoh nyata, membuka kawasan percontohan pertanian jagung modern seluas 100 hektare.

Penerapan Tani Jago ini rupanya sukses meningkatkan produktivitas, lebih efisien dan memberikan keuntungan lebih besar. Sehingga saat ini semakin banyak petani Lamongan yang mengadopsi Tani Jago di sawahnya.

Hasilnya, produktivitas jagung di tahun 2015 yang semula 5,8 ton per hektare, naik menjadi 8, 3 ton perhektare di 2017. Peningkatan produktivitas ini diikuti melonjaknya produksi dari sebesar 323.550 ton di 2015 menjadi 571.080 ton pada 2017.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved