Breaking News:

Berita Jember

Ratusan Mahasiswa PMII Jember Desak Izin Eksplorasi Emas Silo Dicabut, Bupati Diminta Pro Petani

Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember menggelar aksi di depan DPRD Jember, Kamis (20/9/2018).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
SURYAOnline/sri wahyunik
Massa PMII Jember berunjukrasa di DPRD Jember, Kamis (20/9/2018). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember menggelar aksi di depan DPRD Jember, Kamis (20/9/2018).

Aksi menggugat Surat Keputusan Menteri Eenergi dan Sumber Daya Mineral RI terkait eksplorasi Izin Usaha Pertambangan emas di Blok Silo, Jember.

PMII menuntut supaya Menteri ESDM mencabut izin eksplrasi yang dituangkan dalam SK Menteri ESDM nomor 1802/K/30/MEM/2018 itu.

"Kami menuntut supaya Menteri ESDM Ignasius Jonan mencabut keputusan tersebut," ujar Koordinator Lapangan Ronny Ardiansyah.

Penambangan emas di Silo, kata Ronny, tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Jatim dan RTRW Jember. RTRW itu menyebut Jember merupakan wilayah industri, perkebunan, perikanan laut, pertanian, dan pariwisata.

"Pertambangan tidak termasuk peruntukan bagi wilayah Jember,' tegasnya.

Selain meminta Menteri ESDM mencabut keputusan izin eksplorasi itu, PMII juga meminta Bupati Jember menolak secara tegas segala bentuk upaya pertambangan di wilayah Jember, baik legal maupun ilegal.

"Kebijakan Bupati Jember harus pro kepada petani," lanjutnya.

Melalui aksi itu pula, PMII kembali menagih sikap tegas Bupati Jember untuk menolak pertambangan.

Para mahasiswa itu membawa sejumlah poster, antara lain bertuliskan, Tolak Tambang Silo, Cabut Kepmen ESDM atas Pemberitan Izin Eksplorasi Tambang, juga Stop Izin Eksplorasi Tambang Blok Silo.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved