Berita Surabaya

Dinilai Tak Wadahi Tenaga Honorer, PGRI Jatim Minta Penerimaan CPNS 2018 Dibatalkan

Persatuan Guru Republik Indonesia, PGRI Jawa Timur meminta agar penerimaan CPNS 2018 dibatalkan.

Dinilai Tak Wadahi Tenaga Honorer, PGRI Jatim Minta Penerimaan CPNS 2018 Dibatalkan
istimewa
Ketua PGRI Jatim, Ichwan Sumadi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur meminta agar penerimaan CPNS 2018 dibatalkan. Ketua PGRI Jatim, Ichwan Sumadi mengungkapkan jumlah formasi penerimaan CPNS 2018 yang dibuka sangat jauh dari kebutuhan di lapangan.

Khususnya untuk formasi guru yang hanya dibuka 826 formasi. Menurutnya, jumlah formasi ini sangat kurang dengan kebutuhan guru di Jatim. Selain itu, dalam aturan yang berlaku masih tidak bisa mewadahi para guru honorer yang telah lama mengabdi.

“Kalau perlu ditunda saja rekrutmennya, karena aturannya tidak bisa membantu honorer yang telah lama mengabdi. Formasinya juga sangat kurang,” kata Ichwan, Kamis (20/9/2018).

Dalam skala nasional, aturan CPNS 2018 terkait tenaga honorer harus usia maksimal 35 tahun. Ichwan mengungkapkan jumlah honorer di Indonesia ada 438.590 orang, yang usia di bawah 35 tahun hanya ada 13.347 orang atau 3 persen.

Dengan demikian, sekitar 425.000 tenaga honorer lainnya tak bisa mendaftar CPNS 2018 ini.

“Harusnya pemerintah turun ke lapangan,” tegasnya.

Sementara di Jatim banyak guru SMA/SMK yang posisinya diisi guru tidak tetap mencapai 11.932 guru. Dari jumlah itu baru 4.000 guru yang tahun 2018 memperoleh tambahan penghasilan dari APBD Jatim. Dengan kata lain banyak GTT yang belum mendapat apresiasi yang layak.

“Kami sudah kirim surat pemprov untuk tahun 2019 dan seterusnya sisa GTT bisa memperoleh tambahan penghasilan. Ini belum permasalahan tenaga Pegawai Tidak Tetap yang mencapai 8.000 orang,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved