Rumah Politik Jawa Timur

Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Jatim, Machfud Arifin Ogah Libatkan Kepolisian

Mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin jadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jatim dan janji tak melibatkan kepolisian

Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Jatim, Machfud Arifin Ogah Libatkan Kepolisian
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menerima SK Penetapan Tim Pemenangan untuk Wilayah Jawa Timur, Rabu (19/9/2018) di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penunjukan Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin sebagai Ketua Tim Kampanye Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin untuk wilayah Jawa Timur menjadi kejutan bagi sejumlah pihak. Tidak terkecuali bagi Machfud sendiri.

Machfud menyebutkan, usai pensiun dari kepolisian pasca terakhir menjabat sebagai Kapolda Jatim, ia akan beristirahat sesaat.

"Sebab, selama saya bekerja selama 32 tahun tidak pernah menyempatkan untuk jalan-jalan. Tak hanya istirahat, apalagi untuk senang-senang," kata Machfud di awal pertemuan dengan jajaran pengurus partai di Jatim, Rabu (19/9/2018).

Sehingga, ia mengaku tak menyangka ketika kemudian ditunjuk menjadi Ketua Tim pemenangan di Jatim.

"Bisa dibilang saya ini kecemplung," seloroh Machfud yang baru saja pensiun pada Jumat (7/9/2018) lalu memancing tawa peserta pertemuan.

Namun, ia mengaku tak perlu pikir panjang ketika mendapat tawaran ini.

"Saya baru dua hari di Singapura, langsung kembali lagi ke Surabaya demi menerima apresiasi ini," urainya.

Baca: Tak Perlu Merenung, Mantan Kapolda Jatim Terima Tawaran Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi di Jatim

Baca: Mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin Jadi Ketua Tim Sukses Jokowi-KH Maruf di Jatim

Menurut pria kelahiran Gayungan, Surabaya ini, ia tak bisa lepas dari Jawa Timur.

"Mayoritas kerabat saya memang berada di Jakarta. Namun, Ibu saya di belakang Masjid Akbar (Surabaya)," kata pria 68 tahun ini.

Pihaknya pun berterimakasih atas adanya penunjukan tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih. Tentunya Ini bukan sekedar penunjukan dari pimpinan, namun tentunya ini merupakan usulan dari daerah," katanya.

Meskipun berlatarbelakang polisi, dia memastikan tidak akan melibatkan mantan institusinya di dalam kerja pemenangan. Bahkan, ia juga meminta tim untuk tidak menilai karakternya sebagai figur kepolisian.

"Saya berharap pada teman-teman untuk melihat saya bukan sebagai Kapolda Jawa Timur lagi. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi kami karena harus memisahkan aparat keamanan dengan partai politik," katanya.

Dia pun tegas menyebutkan bahwa pihaknya tak akan melibatkan unsur kepolisian aktif di tim pemenangan.

"Regulasinya dan UU-nya jelas (untuk melarang keterlibatan kepolisian)," tegasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved