Citizen Reporter

Polisi Sahabat Anak Ikut Bentuk Karakter Disiplin pada Diri Siswa MTS Wachid Hasyim Surabaya

Kedisiplinan di sebuah lembaga pendidikan sangatlah penting untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi.

Polisi Sahabat Anak Ikut Bentuk Karakter Disiplin pada Diri Siswa MTS Wachid Hasyim Surabaya
SURYA.co.id/Citizen Reporter
Anggota Polsek Krembangan Surabaya mengadakan bimbingan mental (bimtal) dan penyuluhan kepada para siswa MTs Wachid Hasyim Surabaya, Rabu (12/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kedisiplinan di sebuah lembaga pendidikan sangatlah penting untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi.

Disiplin merupakan salah satu jargon dari MTs Wachid Hasyim Surabaya yang sedang dibumikan.

Berbagai upaya dilakukan agar mampu membentuk karakter disiplin pada diri siswanya. Kerja sama antara guru, orang tua, dan stakeholder terus digarap.

Madrasah semakin melebarkan sayapnya untuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga/instansi, baik pemerintah maupun swasta.

MTs Wachid Hasyim yang berada di jalan Kalianak Timur Gg Lebar itu bekerja sama dengan Polsek Krembangan Surabaya mengadakan bimbingan mental (bimtal) dan penyuluhan pada para siswa yang diadakan di hall madrasah, Rabu (12/9/2018). Kegiatan itu diadakan seminggu sekali dan bergiliran tiap kelas.

Menurut penuturan Prayitno, Wakapolsek Krembangan, kegiatan seperti itu termasuk program Polisi Sahabat Anak yang juga merupakan program dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang mengarah pada usia anak-anak/usia remaja.

Tujuan utamanya untuk menanamkan kedisiplinan pada siswa.

Selain itu, mereka sekaligus memberikan penyululuhan tema lain, seperti penyuluhan tentang tata tertib berlalu lintas, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kenakalan remaja, tawuran pelajar, balap liar, patuh kepada aturan sekolah, orang tua, guru, serta semangat dalam belajar.

Kegiatan itu sekaligus untuk mengubah mindset pada anak yang menganggap polisi adalah sosok yang menakutkan.

”Polisi harus bisa bersosialisasi dengan siapa pun termasuk siswa mulai SD–SMA agar terjalin kedekatan dan bukan untuk menakut-nakuti,“ ujar Prayitno.

Dalam penyuluhannya itu, aparat kepolisian juga mengingatkan kepada seluruh warga sekolah baik guru, murid maupun staf untuk menghindari tindakan bullying yang saat ini banyak terjadi di beberapa sekolah.

"Kepada siswa yang senior jangan melakukan bully kepada juniornya. Agar para pelajar bisa menjadi kebanggaan sekolah, guru, dan orang tua,"

Priska salah satu peserta dari kelas 9C mengungkapkan, dia merasakan manfaatnya karena dapat menambah pengetahuan dan lebih dekat dengan polisi.

“Menurut salah seorang guru yang ikut mendampingi, kegiatan seperti ini memiliki dampak yang sangat positif. Anak-anak diberi penjelasan tentang kenakalan remaja,tawuran pelajar, mematuhi aturan sekolah, dan sebagainya. Semoga kegiatan seperti ini terus berkesinambungan,” katanya.

Pesan terakhir yang disampaikan Prayitno adalah jangan sampai ada kekerasan pada anak. “Jagalah, karena mereka adalah penerus bangsa,” tutur Prayitno.

Abdul Karim

Pengajar IPA MTs Wachid Hasyim

Jalan Kalianak Timur Surabaya

karim.paf99@gmail.com

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved