Berita Kampus UPN Veteran Jatim

98 Pendamping Desa Wisuda di UPN Veteran Jatim, Kelak Mereka Diharapkan jadi Pengusaha di Desa

"Saya berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan di desa, jangka pendeknya membantu desa."

98 Pendamping Desa Wisuda di UPN Veteran Jatim, Kelak Mereka Diharapkan jadi Pengusaha di Desa
surya.co.id/sulvi sofiana
WISUDA - Prosesi wisuda Akademi Desa 4.0 yang diikuti pendamping desa di gedung Teknologi Tepat Guna UPN Veteran Jatim, Selasa (18/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mewisuda 98 peserta program Akademi Desa 4.0 di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim, Selasa (18/9/2018).

Prosesi wisuda ini merupakan yang pertama kali, setelah Kemendes meluncurkan program Akademi Desa 4.0 pada Mei 2018.

Eko mengungkapkan para peserta yang diwisuda tersebut, dipastikan telah lulus sertifikasi profesi dan peningkatan kualitas lembaga-lembaga pelatihan pembangunan desa melalui akreditasi. Adapun para peserta yang diwisuda, berasal dari tiga daerah yakni Yogyakarta, Bali, dan Papua.

"Saya berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan di desa, jangka pendeknya membantu desa. Jangka penjangnya, mereka punya keberanian menjadi pengusaha di desa-desa," kata Eko saat ditemui seusai prosesi wisuda di gedung Teknologi Tepa Guna UPN Jatim.

Eko menjelaskan, diluncurkannya program Akademi Desa 4.0 karena desa-desa di Indonesia perlu pendampingan untuk bisa maju.

Apalagi latar belakang pendidikan masyarakat desa banyak yang berbeda-beda dan bahkan sebagian, dalam banyak hal masih tertinggal. Karena itu agar seluruh masyarakat desa bisa maju, mereka memerlukan pendampingan.

“Sebelumnya kami juga telah melakukan upaya melalui program pelatihan pendamping desa. Namun, selain menghabiskan biaya yang cukup malah, program tersebut dirasanya masih belum efektif,” ungkapnya.

Untuk itu Akademi Desa 4.0 disiapkan dengan menggandeng perguruan tinggi untuk desa (pertides) sebagai penyusun bahan ajar. Ke depan juga akan diterapkan pengajaran yang bisa diikuti pendamping desa dari daerahnya.

"Melalui akademi ini nantinya proses belajar mengajarnya bisa virtual jadi materinya melalui internet, terus pelajaran-pelajarannya bisa melalui portal online," ujar Eko.

Eko berharap, dengan cara demikian masyarakat bisa belajar kapan saja, di mana saja, dan bahkan bisa lebih efektif. Setelah mengikuti proses belajar mengajar tersebut, para peserta program Akademi Desa 4.0 setiap 6 bulan digelar proses sertifikasi dan wisuda.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved