Single Focus

POP Up Market  Digandrungi Masyarakat Surabaya: Banyak Produk dan Tenant Jadi Daya Tarik

Bazar yang digelar di Galaxi Mall Surabaya, 16-19 Agustus 2018, dihadiri lebih dari 7.000 pengunjung pada puncak acara.

POP Up Market  Digandrungi Masyarakat Surabaya: Banyak Produk dan Tenant Jadi Daya Tarik
surya/ahmad zaimul haq
BERAGAM KULINER - Bazaar di Galaxy Exhibition Center Galaxy Mall, Jumat (14/9/2018) menyediakan berbagai macam kuliner dan produk seperti busana, aksesoris serta mainan anak. Panitia menggunakan tema menarik, dekorasi kekinian, dan workshop untuk menarik pengunjung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - POP Up Market tengah digandrungi masyarakat Surabaya. Hampir tiap akhir pekan, mulai Jumat sampai Minggu, mal-mal Surabaya menggelar bazar bertema.

Bazar ini diadakan sebuah event organizer (EO) dengan menghadirkan tema berbeda-beda, seperti Marketworld, Headquarters Market, Pazaar Market, Kepo Market, Basha Market, dan banyak lagi.

Pop Up Market 'Flip Flop' by Marketworld milik kakak-beradik William Lokman (19) dan Edbert Lokman (18), misalnya. 

Bazar yang digelar di Galaxi Mall Surabaya, 16-19 Agustus 2018, dihadiri lebih dari 7.000 pengunjung pada puncak acara.

Sedang Pop Up Market 'KITAMA' dari Headquarters Market, yang pernah diadakan di Tunjungan Plaza 3 Surabaya, berhasil menarik 8.500 pengunjung pada hari pertama.

Evelyn Natassya, co-founder Headquarters Market, menyebut angka itu masih bisa berkembang. Ia mematok target pengunjung pada Sabtu dan Minggu hingga 18.000.

"Biasanya sih bisa lebih dari itu," ujarnya.

Menurut Olivia Chahyadi dari Kepo Market, yang belum lama menghelat bazar 'Kepo Hero', mengapa Pop Up Market bisa menarik hingga belasan ribu pengunjung karena banyaknya produk maupun tenant, yang hanya bisa ditemui saat bazar.

"Pop Up Market digemari masyarakat Surabaya karena yang mengikuti berbagai Pop Up Market, yang diadakan bermacam-macam EO," ujar Olivia.

"Sebagai penyewa stan di berbagai Pop Up Market, saya merasa omzet yang didapat lumayan, brand juga makin dikenal. Sampai-sampai sekali saja saya tidak ikut bazar, orang mencari-cari," tuturnya, ketika ditemui di Pop Up Market di Galaxy Mall, yakni 'Little Jungle', Jumat (14/9/2018).

Perempuan asal Ambon itu menyebut, jarang ditemuinya stan-stan bazar Pop Up Market di Surabaya menjadi faktor kuat kepopulerannya. Yang biasanya menjadi incaran utama, makanan.

Ini lantaran pengusaha makanan yang ikut Pop Up Market biasanya tidak memiliki stan tetap, sehingga bazar ini penghasilan utama mereka.

Kedua, stan fashion. Stan kategori ini menyedot perhatian karena hampir semua merupakan toko online.

Sehingga, jika calon pembeli tertarik barangnya dan ingin beli namun butuh melihat wujud aslinya, bisa menemui tokonya hanya di Pop Up Market.
Padahal, Gilian menambahkan, harga sewa stan sebenarnya tak murah.

"Sewa tidak murah tetapi rata-rata menjadikan ini pekerjaan utama. Mahal, tapi baliknya cepat karena harga jual lebih tinggi. Misalnya makanan, dijual rata-rata mulai Rp 30.000," ungkapnya. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved