Breaking News:

Pernah Berbicara Saat Tidur atau Mengigau? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kebanyakan dari kita tidak sadar kalau sering berbicara saat tidur atau mengigau, ternyata inilah penyebab dan cara mengatasinya

foto: kompas.com
ilustrasi 

Sindrom night terror adalah sebuah gangguan tidur, yang muncul pada beberapa jam pertama setelah seseorang tertidur.

Penderita akan terbangun dan mulai menjerit, panik, dan berkeringat.

Setelah penderita benar-benar terbangun, ia hanya bisa mengingat gambaran yang mengerikan atau sama sekali tidak mengingat apa-apa.

Gangguan tidur ini sering terjadi bersamaan dengan tidur sambil berjalan.

Seperti halnya sleepwalking, night terrors dianggap sebagai parasomnia (suatu kejadian yang tidak diinginkan selama tidur).

Sindrom teror tidur ini sebenarnya sangat langka dan biasanya hanya terjadi di kalangan anak-anak berumur 3-12 tahun.

Sebagian besar mengalaminya ketika dalam masa pertumbuhan.

Gangguan saat tidur ini juga bisa terjadi pada orang dewasa, tetapi tidak sebanyak atau sesering yang dialami anak-anak.

Meskipun night terror ini cukup mengkhawatirkan bagi para orang tua yang menyaksikan anak mereka menjerit-jerit ketika tidur.

Hal ini biasanya disebabkan oleh suatu gejala-gejala psikologi atau kondisi medis tertentu.

Night terrors disebabkan oleh gairah dari sistem saraf pusat (SSP) saat tidur yang berlebih.

Hal ini bisa terjadi karena SSP (yang mengatur tidur dan bangun aktivitas otak) masih bekerja saat penderita sudah terlelap.

Bahkan nyatanya, beberapa anak-anak 80% lebih positif mengalami gangguan tidur ini kalau memang orangtuanya juga mengalaminya, jadi seperti gangguan keturunan. 

Namun, night terrors bisa juga disebabkan oleh:

- Tubuh terasa lelah dan sedang mengalami kondisi kesehatan yang terganggu

- Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu

- Tidur di lingkungan baru atau sedang jauh dari rumah (biasanya terjadi pada anak-anak)

Kalau memang Anda sudah pernah mengalami night terrors sebelumnya (mungkin keluarga atau pasangan Anda pernah menyaksikan hal ini terjadi pada Anda), mungkin Anda bisa mengondisikan ruangan Anda untuk jauh dari benda-benda tajam dan berbahaya.

Mengingat sikap agresif yang dihasilkan pada gangguan tidur ini bisa berujung anarkis.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gangguan teror tidur:

- Sebelum tidur, hindari mengonsumsi kafein, makanan atau minuman yang mengandung gula, hindari pula menatap layar handphone berjam-jam. Hal-hal tersebut bisa menyebabkan gangguan tidur terjadi.

- Buatlah waktu tidur Anda menjadi konsisten, atur waktu kapan harus tidur dan kapan harus bangun.

- Pada kasus yang sudah parah, biasanya Anda bisa menggunakan obat antidepresan untuk mengurangi munculnya gangguan ketika tidur.

- Sebetulnya, gangguan tidur ini belum ada pengobatan atau terapi pasti untuk menyembuhkannya. Jika demikian, mungkin Anda membutuhkan psikiater atau ahli yang dapat menangani masalah tidur Anda.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved