7 Hal yang Bisa Akibatkan Gagal Ginjal, Tanpa Sadar Sering Kita Lakukan Sehari-hari

Ada 7 hal yang bisa mengganggu fungsi kerja ginjal kita, dan biasanya menjadi kebiasaan kita sehari-hari, apa saja?

7 Hal yang Bisa Akibatkan Gagal Ginjal, Tanpa Sadar Sering Kita Lakukan Sehari-hari
tribun jabar
7 Hal yang menyebabkan gagal ginjal 

SURYA.co.id - Gagal ginjal merupakan kondisi tidak berjalannya fungsi ginjal sebagaimana mestinya.

Jika dibiarkan terus menerus, gagal ginjal juga bisa menyebabkan munculnya penyakit-penyakit lain seperti serangan jantung atau stroke.

Penderita gagal ginjal biasanya harus melakukan cuci darah, dan ini cukup menyiksa serta membutuhkan biaya besar.

Kesehatan ginjal sebenarnya bisa kita jaga dengan meninggalkan beberapa kebiasaan buruk, yang tanpa kita sadari sering kita lakukan setiap hari.

Baca: Trending Gibran Rakabuming Kirim Martabak Markobar Gratis, Tak Peduli Pendukung Jokowi atau Prabowo

Baca: Ingat Erwiana TKI yang Disiksa Majikan di Hongkong? Barusan Lulus Cumlaude dan Berjanji ini

Dikutip dari laman rd.com, ada 7 hal yang bisa mengganggu fungsi kerja ginjal kita, dan biasanya menjadi kebiasaan kita sehari-hari:

1. Banyak mengonsumsi snack kemasan

Makanan ringan (Snack) kemasan mengandung banyak sodium (garam) yang sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dan ginjal.

Saat tubuh terlalu banyak mengonsumsi garam, ginjal jadi mengalami kelebihan kalsium saat mengolah urin. Ini meningkatkan risiko timbulnya batu ginjal.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018: Saran Dari BKN Jika Tempat Lahir Tak Tersedia Saat Isi Data sscn.bkn.go.id

Baca: Potret Para Atlet Bulutangkis Indonesia Saat Makan Malam Bersama Usai Bertanding di Japan Open 2018

2. Tekanan darah tidak terkontrol

Tekanan darah yang terlalu tinggi sangat berbahaya bagi semua organ tubuh, termasuk ginjal.

Ginjal bisa disebut juga satu organ penuh pembuluh darah yang bertugas menyaring urin.

Membiarkan tekanan darah tinggi tidak terkontrol berarti membuat ginjal terkena imbasnya dan bisa melukai organ penting ini.

3. Merokok

Merokok tidak hanya menyebabkan kanker, tapi juga sakit ginjal.

Sebuah penelitian tahun 2012 menunjukkan bahwa orang yang tidak merokok selama lebih dari 16 tahun bisa mengurangi risiko sel kanker pada ginjal sebanyak 40%.

Merokok juga bisa membuat tekanan darah tinggi.

4. Tidak minum saat haus

Anda tidak harus minum 8 gelas air tiap hari demi menjaga kinerja ginjal Anda, tapi Anda harus minum saat haus.

Tubuh kita selalu memberi sinyal saat membutuhkan cairan, yaitu melalui rasa haus.

Kebanyakan orang mengabaikan hal ini dan menunda minum meski sudah haus bahkan dehidrasi.

Dehidrasi bia menyebabhkan tekanan darah turun dan aliran darah berkumpul dalam ginjal.

5. Minum obat pereda nyeri hampir setiap hari

Obat pereda nyeri, termasuk ibuprofen dan aspirin mengurangi aliran darah ke ginjal.

Kebanyakan orang minum pereda nyeri saat sakit kepala, tetapi minum pereda nyeri terlalu sering dapat meningkatkan risiko masalah ginjal.

6. Banyak minum suplemen energi

Jangan terlalu bergantung pada suplemen energi meski produk itu diklaim diolah dari bahan alami.

Multivitamin dan suplemen apa pun bisa mengandung asam aristolochic dan menyebabkan jaringan parut pada ginjal.

7. Obesitas

Obesitas mengakibatkan Anda lebih berisiko terkena diabetes tipe 2, yang biasanya juga berlanjut pada penyakit ginjal.

Masalah tidak stabilnya insulin menyebabkan pembengkakan dan jaringan parut di ginjal.

Obesitas bisa diatasi dengan diet, mengurangi porsi makan, mengurangi asupan kalori dan berolahraga dengan teratur.

Baca: Xiaomi Pocophone F1 vs Vivo V11 Pro: Harga Nyaris Sama, Pocophone F1 Kalah Dari V11 di Bagian Ini

Baca: Andre Taulany Bongkar Kebiasaan Baru Sule Setelah Bercerai, Padahal Sebelumnya Gak Pernah, Katanya

Disamping itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa dalam urusan sakit ginjal, wanita ternyata lebih berisiko dibanding pria.

Data medis menunjukkan bahwa lebih banyak wanita didiagnosis memiliki penyakit ginjal kronis.

Ternyata memang ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya risiko sakit ginjal pada wanita.

Menurut Dr Pradeep Gadge, seorang ahli terkemuka dari Gadge Diabetes Center di Mumbai, empat faktor inilah penyebabnya:

1. Saluran uretra wanita lebih pendek daripada pria

Saluran uretra menghubungkan kandung kemih hingga saluran kencing. Pada wanita, uretra ini lebih pendek.

Karena itu, wanita sebaiknya lebih memerhatikan kebersihan organ intim apalagi setelah buang air kecil.

Dengan uretra yang pendek, bakteri akan lebih mungkin terbawa masuk ke kandung kemih hingga menyebabkan infeksi yang berpengaruh pada ginjal.

Menurut data yang dilansir dari The Helath Site, satu dari tiga wanita mengalami infeksi saluran kemih setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Kebiasaan tidak membersihkan organ intim pascaberhubungan intim juga menjadi salah satu penyebab infeksi saluran kemih.

2. Kehamilan

Wanita hamil berisiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal baik infeksi maupun ginjal kronis.

Risikonya akan berlipat ganda jika selama kehamilan, wanita sering mengalami tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik (preeklamsia dan eklamsia)

Jika gangguan ginjal terjadi pada masa kehamilan, kemungkinan besar perkembangan bayi akan terganggu.

Wanita yang mengalami gagal ginjal saat hamil harus terus dimonitor kesehatannya dan biasanya akan melahirkan dengan cara sesar.

3. Penyakit auto-imun

Wanita juga rentan terserang penyakit auto-imun dan hormon yang tidak stabil.

Termasuk penyakit lupus, arthritis dan berbagai penyakit hormonal yang lain.

Keadaan-keadaan itu menyebabkan sistem penyaringan racun di ginjal menjadi lebih berat dan itu merupakan tahap awal kerusakan ginjal.

4. Diabetes dan Hipertensi

Wanita juga banyak yang mengalami diabetes dan hipertensi.

Dua jenis penyakit tersebut merupakan dua penyebab terbesar gagal ginjal pada wanita.

Kadar gula dalam darah yang tinggi akan menyebabkan pembuluh darah di ginjal menjadi rusak dan tidak bisa bekerja dengan baik.

Kinerja ginjal menjadi terganggu dan proses penyaringan racun tidak sempurna.

Sementara hipertensi membuat pembuluh darah menyempit dan sirkulasi darah keluar-masuk ginjal menjadi terhambat.

Sayangnya, kegagalan ginjal tidak mudah dideteksi secara kasat mata dan biasanya baru benar-benar ketahuan saat sudah parah.

Untuk mendeteksinya, Anda bisa melakukan pemeriksaan laboraturium secara rutin.

Baca: Viral Anak Monyet Memeluk Bapak dan Ibunya yang Sudah Mati, Pecinta Binatang Murka

Baca: Luna Maya Tulis Pesan Galau Lagi Usai Dikabarkan Putus Dengan Reino Barack, Kali Ini Soal Kehilangan

Baca: Reza Rahardian Jadi Dosen UI?, Ini Kata Ketua Prodi, Siap Ngajar 1 Semester Bikin Mahasiswa Lain Iri

Baca: Video Anang - Ashanty Untuk Syahrini Sekilas Biasa Saja, Tapi Ada yang Janggal, Lihat Detik Pertama

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved