Berita Jember

Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan di Jember Tinggi, Tapi Angka Kematian Bayi Turun

Bupati Jember, Faida mengakui Angka Kematian ibu (AKI) di Jember masih tinggi. Lalu apa strateginya untuk menurunkan hal tersebut?

Angka Kematian Ibu Hamil dan Melahirkan di Jember Tinggi, Tapi Angka Kematian Bayi Turun
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | JEMBER - Bupati Jember, Faida mengakui Angka Kematian ibu (AKI) di Jember masih tinggi.

Karenanya Pemkab Jember terus berusaha untuk mengendalikan dan menekan AKI di Jember.

"Untuk AKI kita memang belum cukup berhasil menekannya, tetapi untuk Angka Kematian Bayi (AKB) terus turun dan berhasil ditekan. tentunya kami terus berikhtiar untuk menekan AKI, salah satunya dengan program Fokus Anak dan Ibu (FAI)," ujar Faida kepada Surya, Kamis (13/9/2018).

Besarnya jumlah penduduk di Jember, kata Faida, menjadi salah satu penyebab banyaknya data AKI. Sementara penyebab utama masih terjadinya AKI, menurut Faida, karena faktor budaya.

"Paling tinggi itu karena faktor budaya. Harus ada pemahaman bersama bahwa ibu hamil itu memiliki hak keputusan individu atau hak sendiri untuk sehat, bukan keputusan sekitarnya. Paradigma pengambilan keputusan untuk ibu hamil harus keputusan di sekitarnya harus diubah. Ibu hamil harus mendapatkan akses informasi bagaimana menjadi ibu hamil yang siaga, siaga untuk diri sendiri dan anak," tegas bupati yang juga dokter ini.

Baca: Pemkab Jember Masih Godok Lowongan CPNS untuk Difabel dan Lulusan Cumlaude

Baca: Sidang Dugaan Korupsi Dana Hibah, Ketua DPRD Jember Mengaku Terima Uang Rp60 Juta

Seorang suami, lanjutnya, juga harus menjadi suami siaga. Mengubah budaya bagaimana ibu hamil harus sehat, serta mendapatkan akses informasi secara benar itu menjadi hal penting.

"Selain juga ada program pembiayan gratis untuk ibu hamil melalui BPJS Kesehatan. Sedangkan untuk kelompok ibu hamil risiko tinggi juga harus terakses secara cepat dengan ambulans desa, dan tenaga kesehatan pendamping yang profesional,' imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa menyebut Jember menjadi kabupaten tertinggi kedua AKI di Jatim setelah Kota Surabaya. Berdasarkan data yang disampaikan Khofifah, juga data yang dihimpun Surya, di tahun 2018 ini ada 33 kasus AKI di Jember.

Menurut Khofifah, Pemkab Jember harus membedah akar penyebab AKI untuk mencari solusinya. 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved