DPRD Kota Surabaya

Anggota Dewan Dorong Siswa Curhat kepada Teman atau BK

Kedatangan anggota DPRD Surabaya di SMPN 56 Surabaya, Senin (10/9/2018), disambut antusias para siswa.

Anggota Dewan Dorong Siswa Curhat kepada Teman atau BK
surya/nuraini faiq
KONSELING – Dalam kunjungan di SMPN 56, Anggota DPRD Surabaya meminta agar peran bimbingan konseling (BK) dioptimalkan untuk membantu siswa yang menghadapi masalah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kedatangan anggota DPRD Surabaya di SMPN 56 Surabaya, Senin (10/9/2018), disambut antusias para siswa.

Mereka tergugah dengan motivasi dan semangat yang diberikan oleh wakil rakyat yang dipimpin Ketua DPRD Ir Armuji (Cak Ji).

Elsa, siswa kelas 7, mengaku senang didatangi anggota DPRD. Dia mengaku hanya tahu Ketua DPRD Armuji dari pemberitaan. Namun dengan kunjungan itu, dia bisa mengenal lebih dekat dengan Cak Ji dan anggota DPRD yang lain.

Terkait masalah pribadi dan keluarga, Elsa menuturkan lebih memilih curhat ke guru bimbingan konseling (BK). Karena dianggap dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.

“Memang lebih baik kita cerita kalau punya masalah,” ucap Elsa.

Mohammad Zahrul Gunawan, siswa lain, mengaku sedikit sulit untuk bercerita kepada guru. Dia lebih memilih curhat kepada teman. Bukan apa-apa, itu hanya masalah kenyamanan saja.

“Kalau ditanya guru, baru saya ngacung. Kalau tidak, ya diam saja,” tutur siswa yang mengaku salah satu temannya ikut dalam aksi silet diri massal karena challenge (tantangan).

Dalam kunjungan itu, Armuji menyampaikan bahwa semua sekolah sama. Sama-sama memiliki fasilitas seperti sekolah lainnya. Yang membedakan hanyalah kemauan siswa-siswinya untuk belajar.

Menurut Cak Ji, prestasi bisa menjadi unggulan yang dapat dibanggakan. Itu ditekankan Cak Ji saat memberi motivasi siswa.

Cak Ji sesekali mencoba mencairkan suasana dengan mengajak para siswa bernyanyi. Dia juga menggelar kuis berhadiah sepeda untuk para siswa.

Sedang angggota Komisi D DPRD Surabaya Reni Astuti memberikan motivasi untuk memacu semangat siswa untuk belajar. Dia mendorong para siswa mengejar cita-citanya setinggi mungkin.

"Kalian harus punya cita-cita. Mengejar cita-cita itu sama dengan kita berangkat ke suatu tempat, jadi harus punya tujuan, agar kita bisa mengatur seberapa beratnya melangkah,” kata Reni.

Dia berpesan agar para siswa memilih kegiatan yang menurut mereka menyenangkan tapi juga bermanfaat. Bisa dengan membentuk kelompok melukis, belajar menari atau sepakbola. Kegiatan positif seperti itu dapat mengurangi pengaruh negatif.

Reni meminta kepada siswa untuk memaksimalkan konselor sebaya. Banyaknya waktu di sekolah, menjadikan teman sebagai tempat curhat. Menurutnya ini sangat penting.

“Karena, bercerita kepada teman itu bisa mengurangi beban masalah,” pesannya. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved