Berita Surabaya

WNA Asal China Pakai Visa Wisata untuk Kerja di Surabaya, lalu Nasibnya Seperti Ini Usai Ditangkap

Penangkapan kala itu, Liu berupaya melarikan diri dari pintu bagian belakang.

WNA Asal China Pakai Visa Wisata untuk Kerja di Surabaya, lalu Nasibnya Seperti Ini Usai Ditangkap
TribunJatim.com
Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya, Romi Yudianto menunjukan WNA asal Cina, Liu Mingxi (49) yang dtangkap di Komplek Pergudangan Margomulyo, Senin (10/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya menangkap seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China, Liu Mingxi (49).

Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya, Romi Yudianto mengatakan, WNA asal China yang ditangkap ini bekerja di  PT. HAI Surabaya.

"Penangkapan ini berawal dari masyarakat dan intelejen yang ada di lapangan, lalu kami dalami. Saat kami cek ke lapangan, ternyata benar, WNA asal China ini gunakan visa wisata untuk bekerja di Indonesia," tegas Romi, Senin (10/9/2018).

Romi menambahkan, penangkapan itu berlangsung pada Rabu (29/8/2018) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB di Pergudangan Margomulyo, Surabaya.

Menurutnya, penangkapan kala itu, Liu berupaya melarikan diri dari pintu bagian belakang.

Kata Romi, pihaknya sempat dihadang petugas keamanan.

Namun, pihaknya tak berhenti sampai disitu.

"Seluruh personel Tim Wasakim Kanim Tanjung Perak Surabaya langsung membuat pagar betis mengitari TKP agar yang bersangkutan tidak meloloskan diri. Pelaku ini bekerja sebagai teknisi," sambungnya.

Ketika telah ditangkap, selanjutnya Liu langsung dibawa ke Kanim Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya.

Saat diperiksa, pihaknya mendapati visa yang digunakan adalah visa wisata dan ijin tinggalnya telah habis.

Akibat ulahnya itu, Liu dikenakan pasal 122 (a) UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

"Kami kenakan tindakan hukum projustisia, tidak menutup kemungkinan kami deportasi ke negara," jelasnya.

Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 53 orang WNA yang ditangkap selama 2018.

"Mereka ijin tinggal, ada yang pakai bisa wisata juga," terang Romi.

Romi menjalaskan, sejumlah WNA itu, melakukan beragam bidang pekerjaan di kota pahlawan dan sekitarnya, mulai konsultan, tenaga kerja kasar, dan masih banyak lagi.

Dari catatat data Kanim Kelasa 1 Imigrasi Surabaya menyebutkan, 53 WNA itu dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian dan Projustisia.

Rincian 53 WNA yang ditangkap Kanim Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya:
- Belanda 1 orang
- USA 2 orang 
- Bangladesh 1 orang
- Cina 41 orang
- Malaysia 2 orang
- India 4 orang
- Taiwan 2 orang

(Pradhitya Fauzi/TribunJatim.com)

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved