Lapor Cak

Pengguna Jalan Keluhkan Banyak Tiang Besi Membahayakan di Ruas Tol Juanda

Sejumlah pengguna jalan Tol Waru Juanda mengeluhkan keberadaan tiang-tiang besar yang menempel di barrier tol.

Pengguna Jalan Keluhkan Banyak Tiang Besi Membahayakan di Ruas Tol Juanda
surya/nuraini faiq
Sejumlah tiang besi yang tidak jelas peruntukannya terpasang di barrier sepanjang ruas Tol Waru Juanda.    

SURYA.co.id | SURABAYA  - Sejumlah pengguna jalan Tol Waru Juanda mengeluhkan keberadaan tiang-tiang besar yang menempel di barrier tol. Tidak saja mengganggu tapi juga mengancam keselamatan mereka. Tiang dengan diameter agak besar itu berjajar persis di tepi jalan. 

 Yang membuat pengguna heran adalah, tiang-tiang itu dipasang persis di barrier atau bahkan menempel di pembatas jalan tol ini.

"Kalau sampai ambruk, sementara kecepatan kami tinggi sangat membahayakan," keluh Hermawan, salah satu pengguna jalan kepada Surya.co.id, Senin (3/9/2018).

Pengguna tol yang biasa melintas untuk tujuan Bandara Juanda ini semula tidak memperdulikan banyaknya tiang besi seperti tiang bendera dipasang berjajar hingga lima sampai sepuluh tiang. Tiang ini kadang dipasangi bendera meninggi seperti umbul-umbul. Para pengguna awalnya tak mempermasalahkan.

Namun, setelah berkali-kali melintas, pegawai yang bekerja di lingkungan Bandara Juanda ini baru sadar bahwa tiang itu bukan bagian dari tiang untuk rambu-rambu penunjuk jalan atau tiang untuk penerangan jalan umum (PJU). 

"Sampai sekarang saya juga tidak tahu kenapa ada banyak tiang menempel persis di barrier tepi jalan tol. Saya pikir akan ada papan penunjuk jalan melalui tiang besi itu," tambah Hermawan. 

Para pengguna jalan tak tahu apa kegunaan dan kenapa tiang-tiang setinggi tiang bendera itu menempel di sejumlah titik. Pantauan surya di lokasi, setidaknya ada lima titik dari arah Waru menuju Bandara Juanda. Sementara sebaiknya dari arah Juanda ke Waru hanya ada dua titik. 

Anehnya, tiang-tiang besi itu ditutup persis di depan setiap papan reklame. Setiap ada papan reklame selalu terpasang banyak tiang itu. Belum jelas apakah tiang ini sengaja dipasang untuk tujuan menghalangi reklame. Atau tujuan lain. 

Namun, pengguna jalan banyak yang mempertanyakan kegunaan tiang-tiang berjajar itu. Disebut media reklame ternyata bukan tiang reklame. Untuk tujuan rambu jalan juga bukan. Apalagi untuk tujuan PJU. 

 "Sepertinya sudah lama tiang itu. Tapi bukan untuk reklame. Sebab banyak bando dan papan reklame di tol Juanda ini. Namun di tiang itu malah ada bendera PT CMS (Citra Margatama Surabaya)," kata Ari, pengguna tol yang lain. 

 Surya.co.id terus menyusuri setiap titik tiang besi yang dipasang berjajar itu. Titik pertama pemasangan tiang besi setinggi 8 meter itu memang ada di sisi luar ruas tol. Namun tiang itu menempel di barrier jalan tol ini. Jika saja patah dan roboh akan berpotensi menimpa pengguna jalan. 

 Apalagi yang paling banyak adalah berada di Ruas tol menuju Bandara Juanda. Mendekati pintu keluar Juanda makin berjarak rapat menyesuaikan papan reklame. Bisa jadi papan-papan itu bisa untuk memang baleho memanjang model landscape.

Belum diketahui persis apakah tiang-tiang itu dipasang PT CMS sendiri selaku operator Tol Waru Juanda. Tol Waru Juanda adalah satu-satunya tol tengah kota di Surabaya yang dikelola di luar PT Jasa Marga (BUMN). Perusahaan tol ini adalah milik Mbak Tutut Soeharto. 

Berdasarkan pengamatan di lapangan, ada sekitar 20 papan reklame yang saat ini terpasang kokoh di kanan kiri ruas jalan tol swasta itu. Selain itu ada pula yang terpasang di tengah jalan melintas di ruas tol. Dalam reklame itu tertulis Rainbow dan Warna Warni.

Namun, di antara reklame itu ada juga tiang-tiang seperti tiang listrik terpasang meninggi. Ini yang dicemaskan para pengguna jalan jika sampai tiang besi itu ambruk ke sisi tengah jalan. Tiang-tiang ini sebenarnya sudah agak lama dipasang.

 Warga mulai mengeluhkan keberadaan tiang besi itu karena saat ini kondisi jalan di ruas tol Waru Juanda itu makin ramai. Semula mereka mengira adalah untuk fasilitas memang rambu-rambu atau papan penunjuk jalan. Ternyata bukan.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved