Berita Pamekasan Madura

Duh, Elpiji 3 Kilogram di Pamekasan Madura Makin Langka

Sejak empat hari belakangan ini masyarakat Pamekasan, Madura, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Kok bisa?

Duh, Elpiji 3 Kilogram di Pamekasan Madura Makin Langka
surya/mohammad romadoni
Aktivitas bongkar muat gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Mojokerto, Jumat (11/4/2018). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Sejak empat hari belakangan ini masyarakat Pamekasan, Madura, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 Kg.

Sejumlah toko dan warung yang selama ini menyediakan elpiji, menyatakan tidak memiliki stok tabung elpiji.

Sulitnya elpiji ini membuat warga keliling mencari toko dan warung yang menjual elpiji. Namun, warga dibuat kecewa karena elpiji tabung melon ini sepertinya menghilang dari pasaran.

Warga tidak mengerti apakah menghilangnya elpiji ini, terjadi pengurangan pengiriman dari Pertamina atau terdapat hal lain.

Seperti yang diungkapkan Maryamah (40), warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan, Selasa (4/9/2018).

Ibu tiga anak ini mengaku sejak tiga hari ke sana kemari mencari tabung elpiji 3 kg, namun kesulitan. Padahal, elpiji itu dibutuhkan untuk keperluan masak di rumahnya.

Baca: Polda Jatim Selidiki Dugaan Kecurangan yang Picu Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

“Saya baru dapat elpiji ini dari tempat jauh, setelah saya keliling seharian dari pagi hingga sore. Harganya sih, tetap seperti sebelumnya Rp 18.000, tapi sulitnya itu yang membuat saya resah. Saya pergi ke warung dan toko yang biasa saya membeli elpiji, di tempat itu juga tidak ada, tinggal tumpukan tabungnya yang kosong,” kata Maryamah.

Kasubag Sumber Daya Alam (SDA) Bagian Perekonomian Pemkab Pamekasan, Mohammad Sadik, yang dimintai konfirmasinya menyatakan, terjadinya kelangkaan elpiji di pasaran saat ini, bukan karena elpiji itu kosong, namun terdapat kesalahan dalam pendistribusian elpiji, terutama dari pangkalan ke agen dan konsumen.

Dikatakan, salah satu faktor sulitnya masyarakat mendapatakan elpiji ini, di antaranya terdapat pangkalan resmi yang ingin meraih keuntungan dengan tidak memasang papan nama pangkalan dan tidak mencantumkan haraga elpiji.

Selain itu, ada juga armada milik pangkalan elpiji itu menjual di luar kontrol dengan memanfaatkan kelebihan persediaan pasokan elpiji.

Dijelaskan, sampai saat ini tidak ada pengurangan pengiriman elpiji dari Pertamina, malah ada penambahan. Namun nyatanya, warga masih kesulitan mendapatkan elpiji.

“Kami menemukan pangkalan elpiji itu mengirim dan mengedarakan elpiji ke pelosok desa yang seharusnya tidak dilakukan. Bahkan, dijual hingga ke luar kabupaten, sehingga ini menyebabkan menghilangnya elpiji di pasaran di Pamekasan,” papar Mohammad Sadik.

Baca: Pengendara Honda Jazz dan Pikap Adu Jotos di Simo Kalangan Surabaya. Sebabnya Sepele

Penulis: Muchsin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved