Berita Surabaya

Penyebab Kebakaran di Kemlaten Kedurus Surabaya Diduga Pemilik Lupa Lakukan ini

Pasalnya, kedua bangunan nonpermanen itu terbakar pada Minggu (2/9/2018) pagi. Akibatnya, seluruh bangunan di tengah tanah lapang ludes.

Penyebab Kebakaran di Kemlaten Kedurus Surabaya Diduga Pemilik Lupa Lakukan ini
foto: praditya
Petugas melakukan pembahasan pada puing-puing bekas bangunan yang terbakar, Minggu (2/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Maksud hati ingin melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari. Namun, keinginan Mujianto dan Sumardi, pemilik rumah dan warung nonpermanen di Jalan Kemlaten 10 Surabaya, justru berantakan.

Pasalnya, kedua bangunan nonpermanen itu terbakar pada Minggu (2/9/2018) pagi.

Akibatnya, seluruh bangunan dan isinya yang berlokasi di tengah tanah lapang ludes.

Sebelumnya, Kabid Operasional Dinas Pemadam Kota Surabaya, Bambang Vistadi menjelaskan, Api begitu cepat merembet hingga membakar semua piranti yang ada di dalam rumah dan warung, termasuk dua sepeda angin dan dua sepeda motor.

Terpisah, Kapolsek Karang Pilang Surabaya, Kompol Noerijanto menuturkan, berdasarkan keterangan warga setempat  pemiliknya, yakni Sumardi dan Mujianto, diduga kuat penyebab kebaran berasal dari pawon (dapur).

"Penyebab kebakaran diduga dari sebuah kompor," beber polisi dengan satu melati dipundaknya itu saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (2/9/2018).

Noerijanto menambahkan, kompor itu diduga lupa dimatikan pemilik rumah.

Kata Noerjianto, saat kebakaran, beruntungnya tak ada penghuni di dalamnya.

Menurutnya, semua penghuni rumah sedang berada di luar rumah, tepatnya di Masjid Al Akbar Surabaya.

"Saat kebakaran, dua pemilik rumah dan warung sedang di Masjid Agung (Masjid Al Akbar Surabaya)," imbuhnya.

Kata Noerijanto, untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya telah memasang garis polisi sekitar lokasi kebakaran.

Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota Surabaya telah memadamkan si jago merah di Jalan Kemlaten 10, Kelurahan Kebaron, Kecamatan Karangpilang, Surabaya pada Minggu (2/9/2018) pagi.

Beruntungnya, warung non permanen berukuran sekitar 4 x 8 meter milik Sumardi dan Mujianto cukup jauh dari permukiman warga dan tak ada korban jiwa dalam kebakaran itu.

Namun, Kerugian  ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (Pradhitya Fauzi)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved